Berita

foto: humas mpr

Ketua MPR: Menitipkan Orang Tua Di Panti Bukan Budaya Kita

RABU, 06 JANUARI 2016 | 15:24 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Ketua MPR Zulkifli Hasan menerima pengurus Majelis Pelayanan Sosial (MPS) Muhammadiyah di ruang kerjanya, Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (6/1).

MPS, Sularno, yang didampingi pengurus lainnya dalam kesempatan itu mengatakan bahwa lembaga yang dipimpinnya akan mengadakan rapat kerja nasional pada 9 April 2016 di Bandung, Jawa Barat. Rakernas itu dikatakan akan diikuti oleh seluruh MPS dari berbagai daerah.

Dikatakan bahwa MPS sekarang memiliki panti untuk pelayanan sosial sebanyak 380 yang tersebar di seluruh Indonesia. Sularno berharap apa yang dilakukan itu mampu memberi manfaat bagi ummat. Lembaga yang dipimpinnya itu memiliki program membangun shelter lansia di berbagai kota. Masalah lansia menurutnya sekarang menjadi perhatian yang luar biasa. Lansia sekarang menjadi hal yang diinvestasikan dan dibisniskan oleh lembaga-lembaga asing. Lembaga asing akan membangu shelter atau panti di Indonesia dan siap menampung para lansia yang dititipkan.


Dalam kesempatan itu, Zulkifli Hasan merasa senang dengan kehadiran pengurus MPS. Pria yang juga sebagai Ketua Umum PAN ini mengharapkan agar MPS lebih memperhatikan pentingnya lansia apalagi sekarang lansia dijadikan komoditas oleh investor dari luar dengan membangun sebuah tempat untuk menitipkan orang tua. Menurut Zulkifli Hasan ini merupakan perubahan budaya.

Untuk itu dirinya berharap pada MPS untuk meng-ugrade diri agar tujuannya sebagai pelayanan sosial, yakni memberdayakan lansia bisa tercapai. Ditegaskan oleh Zulkifli Hasan menitipkan orang tua pada panti adalah bukan budaya kita.

Dalam kesempatan itu, Zulkifli Hasan juga sangat menyayangkan sikap salah satu pengembang perumahan yang menutup jalan sehingga salah satu sekolah di Jogjakarta tidak memiliki akses untuk menuju ke sekolah. Apa yang dilakukan oleh pengembang itu menurutnya tak sesuai dengan Pancasila, apalagi anak-anak sekolah itu merupakan anak panti asuhan.

"Dimana keadilan dan perikemanusiaan pengembang itu?" tanyanya dengan keheranan. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya