Berita

okky asokawati/dok

Bisnis

Orang Miskin Bertambah, Pemerintah Tak Serius Kampanye Bahaya Rokok

RABU, 06 JANUARI 2016 | 09:47 WIB | LAPORAN:

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, terjadi kenaikan terhadap garis kemiskinan selama periode September 2014-Maret 2015. Kenaikan garis kemiskinan ini disumbang sebagian besar dari komoditi makanan dan rokok baik di pedesaan maupun perkotaan.

Rokok kretek filter misalnya, memberikan sumbangan terbesar kedua terhadap garis kemiskinan sebesar 8,24 persen di perkotaan dan 7,07 persen di pedesaan

Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan, Okky Asokawati berpendapat data BPS ini mengonfirmasi tentang abainya pemerintah dalam hal mencerdaskan kehidupan bangsa. Setidaknya, lanjut dia, kampanye-kampanye bahaya rokok hingga saat ini cenderung hanya formalitas semata.


"Poinnya, pemerintah kurang masif dalam menekan konsumsi rokok di tengah masyarakat melalui kebijakan yang konkret," tegasnya dalam rilis tertulis yang diterima redaksi, Rabu (6/1).

Tidak sekadar itu, menurut dia, pemerintah Indonesia Presiden ketujuh, Joko Widodo belum meratifikasi Konvensi Internasional Pengendalian Tembakau atau Framework Convention on Tobacco Control (FCTC). Padahal ratifikasi FCTC ini sebagai ikhtiar untuk melindungi generasi sekarang dan mendatang dari dampak buruk tembakau.

"Saya melihat, pemerintah mengalami situasi sulit antara mengutamakan kesehatan dan pengentasan kemiskinan atau penambahan pendapatan melalui penerimaan kas negara melalui cukai rokok," ujarnya.

Seperti tahun 2015 lalu, kata dia, pemerintah menargetkan penerimaan dari cukai rokok sebesar Rp 139,1 triliun atau 7,9 persen terhadap penerimaan APBNP 2015.

Okky melanjutkan, ide revolusi mental yang digulirkan pemerintahan Jokowi semestinya dapat mengubah cara pandang masyarakat untuk memilih perilaku yang sehat fisik dan cerdas dalam melakukan pilihan-pilihan hidup. Karena ke depan, ia mengingatkan, SDM yang mampu bersaing, berpikir secara inovatif karena cerdas dan pandai merupakan kekayaan sesungguhnya suatu bangsa.

"Saya meminta agar pemerintah perlu melakukan terobosan terhadap pengentasan kemiskinan ini. Karena masalah kemiskinan dan rokok ini akan mempengaruhi secara signifikan dengan beban BPJS Kesehatan, bonus demografi tahun 2025, serta keberhasilan Indonesia bersaing dalam Masyarakat Ekonomi Asean," tutup mantan peragawati tersebut.[wid]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

KPK Panggil 13 Saksi Kasus Mantan Wamen Imipas Silmy Karim

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:22

Gugatan PT KSS, Ahli Nilai Keputusan Kemenhub Timbulkan Konsekuensi Hukum

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:21

Mengenal Taufik Hidayat, Lelaki Paling Kejam Abad Ini

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:12

Laporan HAM PBB Sebut Israel Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:01

Jakarta 499 Tahun: Birokrasi Modern Belum Cukup Tanpa Perspektif HAM.

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:00

BKKBN: 8,1 Juta Keluarga di Indonesia Berisiko Stunting

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:41

Kisah Mantri Perempuan BRI Tempuh Pegunungan Toraja untuk Layani Nasabah di Wilayah 3T

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:29

Konbes–Munas NU Ploso Diwarnai Aksi Intimidasi dan Motif Kepentingan Pribadi

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:28

Prabowo Dianugerahi Lencana Emas Adi Bakti Tani-Nelayan Maha Utama

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:24

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Bupati Muara Enim Edison

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:18

Selengkapnya