Berita

Bisnis

Ekonomi Nasional Gagal Mencapai 5 Persen Di Era Jokowi

SENIN, 04 JANUARI 2016 | 13:07 WIB | LAPORAN:

Tahun 2015 merupakan catatan hitam bagi pemerintahan Joko Widodo. Pertumbuhan ekonomi nasional mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun 2011. Bahkan di tahun 2015 untuk pertama kalinya gagal tumbuh di atas lima persen.

Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID), Jajat Nurjaman mengatakan, tantangan besar yang ada di depan mata saat ini adalah Masyarakat Ekonomi ASEAN.

"Jika pemerintah tidak dapat menempatkan kebijakan-kebijakan yang tepat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, maka dipastikan Indonesia hanya akan jadi negara pasar bagi negara-negara lain, dan tidak akan mampu bersaing," tegas Jajat di Jakarta, Senin (4/1).


Jajat menilai, secara keseluruhan pada tahun 2015 pemerintahan Jokowi-JK telah gagal mengelola perekonomian nasional secara baik. Salah satu indikator yang dapat dilihat adalah merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan melonjaknya harga-harga kebutuhan pokok yang menyebabkan daya beli masyarakat rendah. Diketahui pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2015 berkisar 4,7 persen.

"Pada era pemerintahan SBY bisa mencapai 6,5 persen pada tahun 2011, sebaliknya di era Jokowi saat ini jangankan mewujudkan target pertumbuhan ekonomi hingga tujuh persen mempertahankan pertumbuhan hingga lima persen saja sudah gagal," kritiknya.

"Saya kira sebaiknya presiden mulai instropeksi kalau menargetkan sesuatu itu harus yang realistis jangan mengawang-awang terus seperti kemarin-kemarin," tutup Jajat.[wid]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

KPK Panggil 13 Saksi Kasus Mantan Wamen Imipas Silmy Karim

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:22

Gugatan PT KSS, Ahli Nilai Keputusan Kemenhub Timbulkan Konsekuensi Hukum

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:21

Mengenal Taufik Hidayat, Lelaki Paling Kejam Abad Ini

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:12

Laporan HAM PBB Sebut Israel Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:01

Jakarta 499 Tahun: Birokrasi Modern Belum Cukup Tanpa Perspektif HAM.

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:00

BKKBN: 8,1 Juta Keluarga di Indonesia Berisiko Stunting

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:41

Kisah Mantri Perempuan BRI Tempuh Pegunungan Toraja untuk Layani Nasabah di Wilayah 3T

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:29

Konbes–Munas NU Ploso Diwarnai Aksi Intimidasi dan Motif Kepentingan Pribadi

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:28

Prabowo Dianugerahi Lencana Emas Adi Bakti Tani-Nelayan Maha Utama

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:24

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Bupati Muara Enim Edison

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:18

Selengkapnya