Berita

zainal bintang/net

Politik

Zainal Bintang: Permintaan JK Jadi Ketum Golkar Adalah Khayalan

SENIN, 04 JANUARI 2016 | 08:24 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Petinggi Partai Golkar saat ini sedang dilanda kepanikan yang luar biasa. Secara hukum Golkar dianggap tidak punya legitimasi sebagai partai politk, setelah Menkumham membatalkan hasil Munas Golkar Ancol pimpinan Agung Laksono pada 31 Desember 2015. Yang menarik dan sekalgus lucu, muncul wacana meminta supaya Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menjadi Ketua Umum DPP Golkar transisi.

"Permintaan itu sama dengan mimpi di siang bolong. Tidak mengerti peta politik," kata politisi senior Golkar, Zainal Bintang kepada redaksi, Senin pagi (03/01).

Bintang yang juga Ketua Kordinator Eksponen Ormas Tri Karya Golkar (EO-TKG) beralasan, JK itu jamak diketahui dipilih Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menjadi Wapres mendampingi Presiden Jokowi dengan ketentuan JK tidak boleh cawa-cawe dengan Golkar.


"Tegasnya JK tidak boleh bawa-bawa Golkar. Tidak boleh jadi ketua umum. Pendeknya JK nggak boleh memiliki kendaraan politik formal," ujar Bintang.

Menurut Bintang, syarat yang diajukan Megawati sangat masuk akal. Karena bila JK sebagai Wapres dan juga representasi formal Golkar, wajar Megawati khawatir dengan sepak terjang JK yang punya dukungan politik besar di parlemen. Singkatnya, kata Bintang, Megawati belajar banyak dari pengalaman SBY yang sempat kelimpungan ketika didampingi JK sebagai Wapres, dimana ketika itu JK juga Ketua Umum Golkar.

"JK sempat mendapat julukan dari Prof. Syafii Marif sebagai the real presiden," tegas Bintang yang juga menjadi salah seorang ketua DPP Golkar di era JK (2004-2009).

Diketahui, sejumlah kader Partai Golkar meminta JK dan Akbar Tanjung sebagai ketua umum dan sekjen transisi DPP Golkar jelang terlaksananya Munas.

"Ini adalah pengurus DPP Golkar transisi, yang ditugaskan maksimal dua bulan untuk melaksanakan Munas Golkar," kata Wakil Ketua Umum Golkar versi Munas Ancol, Leo Nababan, Rabu kemarin (3/1). [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Penumpang Kereta Bandara Tembus 6,2 Juta Pelanggan Hingga Mei 2026

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:20

Fantastis! Harta Menteri dari PAN Trenggono Melejit Setengah Triliun dalam Setahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:15

Prabowo Dorong WNI Masuk Pasar Kerja Teknologi Jerman

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:11

Warna-warni Kendaraan Hias Meriahkan Perayaan 1 Muharam

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:10

Oktasari: Kritik Boleh, Tapi Jangan Abaikan Kerja Pemerintah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:46

Prabowo Sampaikan Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Belum Lapor LHKPN 2025, Mendes Yandri Punya Harta Rp20,95 Miliar Saat Awal Menjabat

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Israel Masih Tak Terima Rencana Damai Iran-AS

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:12

Kekayaan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Naik 83 Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:52

Universitas Binawan Buka Akses Penyetaraan Kualifikasi Nakes Indonesia di Uni Eropa

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:44

Selengkapnya