Berita

Hukum

Ibu Korban Minta Hakim Bebaskan Terdakwa Pembunuh Anaknya

MINGGU, 03 JANUARI 2016 | 21:19 WIB | LAPORAN:

. Sidang dengan agenda pembacaab putusan kasus pembunuhan Yosafat Hutabarat (19) akan digelar di Pengadilan Negeri Bekasi, Rabu (6/1) mendatang.

Ibu korban berharap hakim bisa membebaskan terdakwa Didit Aditianto (26). Ratna yakin pembunuh anaknya bukan Didit.

"Kami yakin pembunuhnya masih berkeliaran. Makanya kami minta hakim buka mata dan hati dalam memutus sesuai fakta. Saya yakin yang bunuh anak saya bukan Didit," kata Ratna saat ditemui di Kantor LBH Jakarta, Minggu (3/12).


Dia mengaku sudah mengirim surat ke PN Bekasi berisi permintaan agar tuduhan dialamatkan kepada Didit atas terbunuhnya Yosafat ditinjau kembali.

Keyakinan Ratna bahwa pembunuh anaknya bukan Didit berdasarkan keterangan dari Fahrul, teman Yosafat. Fahrul adalah orang terakhir bersama Yosafat sebelum dia dibacok dan tewas.

Fahrul melihat langsung yang membunuh Yosafat bukanlah Didit. Tapi sayangnya, Fahrul dipaksa kepolisian untuk mengakui jika Didit adalah pembunuhnya.

Sebulan sebelum pembunuhan anaknya, kata Ratna, ada seorang anak bernama Acil yang pernah melukai tangan anaknya dengan benda tajam. Sayang sekali, keterangan saksi-saksi yang menegaskan bahwa Acil adalah pembunuhnya diabaikan oleh polisi.

"Sayangnya keterangan kami dan semua saksi tidak didengar, malah polisi bilang ga usah dieprpanjang karena Didit anak yatim, tak punya uang dan lain-lain," beber Ratna.

Kasus ini bermula saat terjadi tawuran antara kelompok pemuda Margahayu dan kelompok warga Rawasemut di Jalan Chairil Anwar, Kota Bekasi pada Minggu, 21 Juni 2015 pukul 01.30 dini hari.

Usai menyaksikan tawuran dan pulang ke rumahnya, Didit ditangkap pihak kepolisian bersama lima orang rekannya karena disangka membunuh Yosafat. Namun, setelah melalui penyelidikan, kepolisian membebaskan lima orang rekannya dan menahan Didit yang ditetapkan menjadi tersangka.[dem]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

UPDATE

Parlemen dan Pemerintah Sepakat Lanjutkan Pembahasan RUU Daerah Kepulauan

Kamis, 25 Juni 2026 | 18:09

Caddy Diduga Dianiaya di Lapangan Golf Tangerang, Polisi Diminta Turun Tangan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:38

Menkes: AI Tak Bisa Gantikan Sentuhan Dokter kepada Pasien

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:29

TNI Turun ke Sawah, DPR: Bukan Dwifungsi tapi Optimalisasi

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:17

RI Berkomitmen dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:15

Trump Sebut Erdogan Nyaris Seret Turki ke Perang Iran

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:09

Indonesia Masih Jadi Destinasi Investasi Menjanjikan di Kawasan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:04

Peran Bos Maktour Travel Fuad Hasan Dikuliti KPK, Bakal Tersangka?

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:00

Dokter Tifa Jalani Sidang Perdana di PN Jaktim 2 Juli

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:50

JMSI Desak Pengembalian Akun IG Hensa yang Hilang Usai Kritik MBG

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:46

Selengkapnya