. Pemerintah diingatkan agar tidak terjadi praktik monopoli dalam pengadaan daging impor. Kebijakan Menteri Pertanian Amran Sulaiman terkait penerbitan izin impor daging variasi dinilai lebih berpihak kepada importir daripada menumbuhkan produksi daging di dalam negeri.
Demikian disampaikan pengamat peternakan dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Arief Daryanto, di Jakarta (Minggu, 3/1). Dia meminta pemerintah berlaku adil kepada penyedia daging lokal.
"Dengan adanya impor, pemerintah harus ada insentif. Itu jalan yang adil ketika adanya impor yang terpaksa, " ujarnya.
‎
‎
Daging Variasi (
variety/fancy meats) adalah bagian daging selain daging potongan primer, daging potongan sekunder, dan daging industri berupa potongan daging dengan tulang dan tanpa tulang dalam bentuk segar dingin (
chilled) dan beku (
frozen) yang ‎berasal dari ternak ruminansia, yang terdiri dari buntut (
tail) dan lidah (
tongue) serta jenis ‎potongannya.‎‎
Impor harus bebas dari penyakit yang tertuang dalam Peraturan Mentan 139/2014 tentang pemasukan salah satunya daging variasi diatur di pasal 9 menyebutkan, harus bebas dari, pertama; penyakit mulut dan kuku (PMK), Rift Valley Fever (RVF), Contagious Bovine Pleuropneumonia, dan Bovine Spongiform Encephalopathy (BSE) untuk pemasukan ‎daging ruminansia besar. Kedua, penyakit mulut dan kuku (PMK), Rift Valley Fever (RVF), Sheep and Goat Pox, Peste ‎des Petits Ruminants (PPR), dan Scrapie untuk pemasukan karkas dan daging ruminansia ‎kecil.
Ketiga, penyakit mulut dan kuku (PMK), Rift Valley Fever (RVF), Classical Swine Fever ‎(CSF)/Hog Cholera dan African Swine Fever (ASF) untuk pemasukan karkas dan daging babi. Dan keempat, penyakit Highly Pathogenic Avian Influenza (HPAI) dan paling kurang dalam jangka ‎waktu 90 (sembilan puluh) hari terakhir dalam radius 50 kilometer sebelum ‎pelaksanaan pengeluaran dari negara asal telah dinyatakan tidak dalam keadaan wabah ‎penyakit Newcastle Disease (ND), Duck Viral Hepatitis (DVH), dan Duck Viral Enteritis (DVE) untuk pemasukan karkas unggas.‎
Menurut Arief, izin impor daging variasi jangan sampai membabibuta untuk menjaga harga di tingkat peternak yang saat ini baru saja menikmati keuntungan.
"Ada batasan impor agar harga tidak menjatuhkan peternak lokal, impor cukup sekadarnya," tukas dia mengingatkan.
[rus]