Berita

foto: net

IPW Tawarkan Delapan Jurus "Ampuh" Polri Tahun 2016

MINGGU, 03 JANUARI 2016 | 09:20 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Polri belum bisa mendapatkan kepercayaan masyarakat di tahun 2015. Dan ini akan menjadi tantangan bagi lembaga Bhayangkara ini pada tahun 2016.

Indonesia Police Watch (IPW) menilai ada delapan hal yang perlu dilakukan Polri untuk meningkatkan sikap, prilaku, dan kinerja pada tahun 2016.

Ketua Presidium IPW, Neta S Pane mengatakan kedelapan hal ini merupakan bagian dari percepatan Revolusi Mental di Polri.


Pertama, Polri perlu tetap menjaga soliditasnya, apalagi di pertengahan tahun 2016 akan ada pergantian Kapolri dimana Jenderal Badrodin Haiti akan pensiun. Kedua, pengawasan atasan terhadap aparatur jajaran bawah perlu dilakukan dengan maksimal, mengingat di 2015 banyak polisi yang bunuh diri, salah tembak, polisi terlibat narkoba dan lain-lain.

Ketiga, Polri perlu segera membuat call center yang bisa diakses dengan muda dan bisa memberi respon dengan cepat kepada publik. Keempat, perbaikan sistem dan fasilitas patroli harus dilakukan Polri agar polisi jajaran bawah bisa memaksimalkan patroli di daerah daerah rawan dan strategis.

Kelima, mengevaluasi dan membenahi senjata api serta maningkatkan latihan menembak bagi polisi jajaran bawah agar tidak ada lagi kasus salah tembak. Keenam, memperbaiki kualitas mental jajaran kepolisian agar mereka sadar bahwa sikap, prilaku dan kinerjanya benar-benar sebagai aparatur penegak hukum, dan bukan predator bagi masyarakat.

Ketujuh, membenahi sistem psikotes di kepolisian, baik saat rekrutmen maupun saat psikotes ulang bagi polisi-polisi bermasalah. Kedelapan, memperbaiki dana operasional dan penghasilan anggota Polri agar aksi-aksi ngobjek yang dilakukan polisi di lapangan bisa dicegah.

Neta menambahkan, selain itu yang tidak kalah penting, Kompolnas sebagai lembaga pengawas Polri yang dibiayai negara perlu bekerja maksimal dan membangun kerja sama dengan jajaran Polri untuk memperbaiki dan meningkatkan sikap, prilaku, dan kinerja aparatur Kepolisian.

"Sehingga Revolusi Mental di Polri bisa mengalami percepatan di 2016," demikian Neta kepada redaksi, Minggu (3/1). [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya