Berita

Abdullah Rasyid

TAHUN BARU 2016

Abdullah Rasyid: Selamat Datang Tahun Perlawanan

JUMAT, 01 JANUARI 2016 | 11:49 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Tahun 2015 yang baru meninggalkan kita mengajarkan banyak hal. Seperti betapa sulitnya hidup tanpa subsidi  sumber energi (BBM, BBG dan listrik) yang menjadi nadi utuk mengoperasikan kegiatan ekonomi.

Sekretaris Nasional (Seknas) Serikat Boemi Poetera, Abdullah Rasyid mengatakan ketika daya beli turun, masa depan pun bertambah suram. Apalagi setiap kepala warga negaranya tambah dibebani hutang negara yang terus ditumpuk. Dan disaat yang sama kekayaan alam dikapitalisasi dan dikapling oleh segelintir elit dan kongsi kepentingan neo kolonialisme, bukan untuk sebesar-besar kemakmuran bangsa Indonesia.

Rasyid mengungkapkan, dan ketika ekonomi nasional terpuruk, yang tercipta malah kegaduhan politik. Hasilnya cuma kocok ulang kabinet atau pimpinan DPR. Elit politik hanya fokus pada urusan struktur bukan fungsi. Sistem kita malfunction yang diubek-ubek struktur terus.  Bukankah alat mengikuti fungsi bukan mengikuti struktur?


"Terkait paket-paket kebijakan ekonomi yang digulirkan pemerintah tidak mengarah agar semua fungsi berjalan semestinya. Yang tidak beres di sistem dan leader puncak, yang dirombak pelaksana. Ibarat monyet menyuruh kura-kura memanjat pohon tidak bisa, lalu ganti menyuruh ikan,"ujar Rasyid kepada redaksi, Jumat (1/1).

2015 yang juga diramaikan dengan isu reshuffle kabinet di tenga-tengah situasi ekonomi yang lemah hanya berguna untuk memuaskan hasrat relawan atau segelintir elit lawan yang berpaling demi kebagian kue kekuasaan.

Tambah dia, selama leadership pemerintah diwarnai state capitalism, jangan harap ekonomi rakyat bangkit, Indonesia menang di kancah persaingan global. Dan jangan harap ada revolusi, selama masih mau menikmati mimpi-mimpi yang disematkan penguasa tiran, sebab revolusi bukan hanya diam, dan revolusi tak diciptakan oleh para pecandu kekuasaan.

"Selamat datang 2016, semoga menjadi tahun perlawanan," tukas Rasyid. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Penumpang Kereta Bandara Tembus 6,2 Juta Pelanggan Hingga Mei 2026

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:20

Fantastis! Harta Menteri dari PAN Trenggono Melejit Setengah Triliun dalam Setahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:15

Prabowo Dorong WNI Masuk Pasar Kerja Teknologi Jerman

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:11

Warna-warni Kendaraan Hias Meriahkan Perayaan 1 Muharam

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:10

Oktasari: Kritik Boleh, Tapi Jangan Abaikan Kerja Pemerintah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:46

Prabowo Sampaikan Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Belum Lapor LHKPN 2025, Mendes Yandri Punya Harta Rp20,95 Miliar Saat Awal Menjabat

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Israel Masih Tak Terima Rencana Damai Iran-AS

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:12

Kekayaan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Naik 83 Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:52

Universitas Binawan Buka Akses Penyetaraan Kualifikasi Nakes Indonesia di Uni Eropa

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:44

Selengkapnya