Berita

Bisnis

Tahun Ini, Ekonomi Bengkulu Bakal Lebih Baik

JUMAT, 01 JANUARI 2016 | 09:44 WIB

Pertumbuhan ekonomi Provinsi Bengkulu pada tahun 2016 diperkirakan mencapai 5,3-5,7 persen. Angka tersebut masih di atas perkiraan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar  5,2-5,6 persen.

"Kami optimis dengan perekonomian Bengkulu 2016 akan lebih baik dengan beberapa dasar pertimbangan," kata Kepala Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu, Bambang Himawan seperti dilansir dari RMOLBengkulu.Com.

Ia menjelaskan, beberapa faktor yang akan memacu pertumbuhan ekonomi di Provinsi Bengkulu pada tahun 2016, di antaranya pasokan sawit dunia yang menurun karena terdampak elnino 2015, proyeksi penurunan produksi sawit Malaysia. Kemudian, komitmen pemerintah untuk mendorong penyerapan anggaran APBN 2016 serta kenaikan dana desa untuk Bengkulu tahun 2016 cukup besar.


Sementara, dari segi kebijakan, menurut Bambang, BI dan Otoritas Jasa Keuangan juga menjadi pemacu pertumbuhan ekonomi dengan mendorong rasio kredit UMKM Bank Umum menjadi sebesar 10 persen terhadap total kredit di tahun 2016. Selain itu rencana pemerintah untuk memangkas suku bunga KUR menjadi sembilan persen. Diharapkan kebijakan ini mampu mendorong pengembangan sektor usaha mikro dan kecil di masyarakat.

Hal lain yang turut mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Bengkulu adalah kenaikan UMP Bengkulu sebesar tujuh persen dengan perkiraan tingkat inflasi 2016 di kisaran empat persen. Kondisi ini diperkirakan mampu menambah daya beli riil masyarakat naik tiga persen dibandingkan tahun 2015.

"Namun demikian, ada beberapa hal yang perlu kita waspadai bersama kedepan, sehingga perkiraan pertumbuhan ekonomi tersebut sesuai dengan proyeksi yang sampaikan," ujarnya.

Beberapa faktor resiko yang mungkin menjadi penghambat, yakni dampak elnino 2015 ini sedikit banyak akan mempengaruhi kualitas produksi perkebunan dalam 3-4 bulan mendatang. Di sisi lain, meski ada kenaikan dana desa cukup signifikan, tapi kapasitas dan kapabilitas sumber daya manusia yang mengelolanya masih minim.

"Sedangkan secara global, faktor yang harus diperhatikan yakni, rebalancing ekonomi Tiongkok diperkirakan masih berlanjut, sehingga permintaan komoditas utama seperti karet dan batubara masih stagnan, serta ekonom dunia mengkhawatirkan harga minyak dunia akan naik di tahun 2016," jelasnya.[wid] 

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

KPK Panggil 13 Saksi Kasus Mantan Wamen Imipas Silmy Karim

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:22

Gugatan PT KSS, Ahli Nilai Keputusan Kemenhub Timbulkan Konsekuensi Hukum

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:21

Mengenal Taufik Hidayat, Lelaki Paling Kejam Abad Ini

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:12

Laporan HAM PBB Sebut Israel Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:01

Jakarta 499 Tahun: Birokrasi Modern Belum Cukup Tanpa Perspektif HAM.

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:00

BKKBN: 8,1 Juta Keluarga di Indonesia Berisiko Stunting

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:41

Kisah Mantri Perempuan BRI Tempuh Pegunungan Toraja untuk Layani Nasabah di Wilayah 3T

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:29

Konbes–Munas NU Ploso Diwarnai Aksi Intimidasi dan Motif Kepentingan Pribadi

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:28

Prabowo Dianugerahi Lencana Emas Adi Bakti Tani-Nelayan Maha Utama

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:24

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Bupati Muara Enim Edison

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:18

Selengkapnya