Berita

Adhie Massardi/net

POLEMIK PENGPENG

Perlawanan JK Kepada RR Kian Sangar

KAMIS, 31 DESEMBER 2015 | 11:48 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Perlawanan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) kepada Rizal Ramli (RR) yang menggelorakan kembali "amanat reformasi", yakni bahaya KKN bagi ketahanan dan pertumbuhan perekonomian nasional, kian sangar. Hal ini membuat panggung politik kian hingar-bingar.
 
"Sebagai Wapres sekaligus pejabat paling senior di republik ini, mengatakan Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli sudah gila dan hendak mematikan pengusaha pribumi hanya karena mengharamkan penguasa merangkap jadi pengusaha (PengPeng), merupakan pernyataan sangar dan malampaui batas," kata Adhie M Massardi kepada Kantor Berita Politik RMOL, di Jakarta, Kamis (31/12).
 
"Pak JK sepatutnya lebih dewasa dalam menyikapi pernyataan RR. Karena semua orang tahu, RR ini sejak mahasiswa berada di jalur 'pergerakan'  yang ingin membawa bangsa ini ke ranah kesejahteraan dalam keberkahan. Tesis RR tentang 'Feodalisme & KKN (Kolusi, Korupsi dan Nepotisme)' sebagai bandul berat yang membebani bangsa ini untuk terbang tinggi, juga sudah dihafal oleh kaum pergerakan di negeri ini," ungkap koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) ini menambahkan.
 

 
Sekarang feodalisme memang relatif sudah terkikis oleh peradaban. Tapi KKN justru semakin subur, dan praktek KKN dilakukan secara terbuka dan tanpa rasa malu. Hal ini terjadi di pemerintahan, mulai dari pusat hingga ke seluruh daerah.
 
"Jadi ketika RR mengharamkan PengPeng (penguasa-pengusaha), itu bukan ditujukan kepada Pak JK, tapi peringatan kepada seluruh penguasa, lebih umum lagi, seluruh penyelenggara negara di Indonesia agar tidak merangkap jadi pengusaha. Karena kalau regulator juga jadi kontraktor merangkap investor, maka akan menjadi inkubator bagi tumbuh suburnya koruptor," kata Adhie.
 
Makanya, menurut jubir presiden era Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid) ini, akan lebih arif bila Wapres JK merespon pernyataan RR ini dengan mengumpulkan seluruh keluarganya yang jadi pengusaha, serta jajaran direksi seluruh perusahaan yang tergabung dalam kelompok bisnis Kalla Group.
 
"Kepada mereka, Pak JK meminta untuk memperhatikan peringatan RR, dan mulai bertindak profesional dalam mengembangkan bisnisnya. Tidak mengandalkan kepada kekuasaan. Kalau sungkan, Pak JK bisa meminta RR sebagai kolega di kabinet, untuk melakukan/membriefing mereka," ungkapnya.
 
"Sebagai penasihat ekonomi PBB (Persatuan Bangsa Bangsa) untuk negara-negara berkembang, saya yakin Rizal Ramli mau melakukan hal itu untuk kemajuan bangsanya sendiri," tambah Adhie.
 
Ingat, sambung Adhie, kita sudah berada di zona MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN). Menjadi wajib berkompetisi secara bebas dan fair dengan negara-negara di Asia Tenggara. Praktek KKN yang dikemas dengan isu pribumi dan non-pribumi pasti bakal dilibas lewat peradilan arbitrase (internasional).
 
"Kalau sudah masuk ke isu KKN, jangankan Pak JK yang hanya wakil presiden, sedangkan Pak Harto yang ketika itu (zaman orba) sangat berkuasa saja, pada akhirnya memilih jalan mundur ketimbang melakukan perlawanan," pungkas Adhie mengingatkan Pak JK. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya