. Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan berkunjung ke Provinsi Papua pada Selasa (29/12), sesudah meresmikan gedung baru KPK dan menggelar rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta. Tadi malam, Jokowi dan Ibu Negara Negara Iriana baru saja mendarat di Jakarta setelah melakukan kunjungan kerja ke Jawa Tengah dan Nusa Tenggara Timur sejak akhir pekan lalu.
Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan selama di Papua, Kepala Negara direncanakan akan berkunjung ke empat tempat, yaitu Kabupaten Merauke, Wamena, Sorong dan Raja Ampat.
"Diperkirakan Presiden akan tahun baru di Raja Ampat bersama dengan masyarakat Papua," sebut Pramono di Jakarta, Senin (28/12), seperti dilansir dari laman setkab.go.id.
Mengenai adanya kasus penembakan Mapolsek Sinak, Papua, Pramono memastikan hal itu tidak menyurutkan keinginan Jokowi untuk bertahun baru di Papua. "Malah beliau menyampaikan itu sebagai hal yang tetap harus diprioritaskan atau diselesaikan," ujarnya.
Menurut Pramono, Jokowi telah meminta kepada Kapolri Badrodin Haiti dan juga Panglima TNI Gatot Nurmantyo untuk menyikapi persoalan penembakan itu ditangani secara serius. Ia menjelaskan otensi adanya penembakan sebagaimana terjadi di Polsek Sinak itu selalu diperhitungkan. Tetapi Jokowi berkeyakinan bahwa ini segera akan bisa diatasi dan pemerintah memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat semuanya, termasuk masyarakat yang ada di Papua.
"Maka kenapa beliau tetap menghabiskan tahun baru di Papua," terangnya.
Seskab juga menegaskan, tidak perlu ada pengamanan khusus ketika Jokowi berkunjung ke Papua. Karena Jokowi di Papua nanti juga akan mengunjungi daerah perbatasan dan juga meresmikan beberapa proyek-proyek pemerintah, di antaranya bandar udara, pasar dan sebagainya.
"Berkaitan dengan hal tersebut Presiden tetap meminta pada Polri dan TNI untuk lebih berkonsentrasi untuk mengatasi apa yang terjadi di Polsek Sinak," papar Pramono.
Mengenai pilihan untuk merayakan Tahun Baru di Papua itu, lanjut Pramono, Jokowi memang akan mentradisikan untuk acara-acara keagamaan maupun hari besar nasional itu tidak selalu 'Jakarta Sentris'. Dan itu sudah dibuktikan ketika Presiden Jokowi berlebaran di Aceh. Kemudian sekarang ini Natal di Kupang. Kemudian juga tahun baru di Papua.
"Nah, inilah yang menjadi tradisi dan keinginan Presiden Jokowi, termasuk, ternyata baru pertama kali Hari Pahlawan (peringatan nasional) itu diadakan di Surabaya," kata Pramono.
Menurutnya, pendekatan itu dilakukan oleh Jokowi untuk menciptakan suasana baru atau policy baru atau kebijakan baru, bahwa pembangunan itu tidak selalu di mulai dari Jakarta atau pun kegiatan itu di Jakarta. "Itu beliau buktikan termasuk tahun depan untuk Idul Fitri beliau tetap akan merencanakan diadakan di luar Jakarta," tukas politisi PDIP ini.
[rus]