Berita

rm

Hukum

Pimpinan KPK yang Baru Didesak Tersangkakan Jaksa Agung dan Surya Paloh

SENIN, 28 DESEMBER 2015 | 19:43 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Ratusan orang yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Anti Korupsi (Jamak) mendatangi Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan membawa keranda mayat.

Kordinator aksi, Ramadhan, mengatakan keranda itu menyimbolkan matinya penegakkan hukum di KPK dalam menangani kasus 'pengamanan' perkara dana bantuan sosial Pemprov Sumatera Utara.

"KPK seharusnya memanggil dan memeriksa kembali Surya Paloh. Usut tuntas keterlibatannya,"  ungkap Ramadhan di gedung KPK, Senin (28/12).


Menurut dia, pengakuan mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho menjadi bukti bahwa Ketua Umum Partai Nasdem itu terlibat. Gatot mengatakan ada permintaan dari Surya Paloh kepada satuan kerja perangkat dinas Pemprov Sumut.

Selain Surya Paloh, Jamak menuntut KPK mengusut keterlibatan Jaksa Agung, HM Prasetyo. HM Prasetyo yang juga kader Partai Nasdem turut diduga menjanjikan uang sebesar 20 ribu dolar Singapura melalui teman Rio Capella, Fransisca.

Jamak juga mendesak KPK untuk mengambil alih kasus dana bansos yang sedang ditangani Kejagung.

"Pimpinan KPK yang baru harus menetapkan status tersangka kepada Surya Paloh dan HM Prasetyo bila keduanya terbukti bersalah," demikian Ramadhan.[dem]

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Relawan Jokowi: Rismon Sianipar Pengecut!

Jumat, 13 Maret 2026 | 01:05

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

UPDATE

Prediksi Mossad Gagal, Netanyahu Disebut Murka ke Direktur Intelijen

Senin, 23 Maret 2026 | 13:39

Kasus Andrie Yunus Bisa Diusut Timwas Intelijen DPR

Senin, 23 Maret 2026 | 13:23

Pengamat: Trump Inkonsisten Soal Selat Hormuz

Senin, 23 Maret 2026 | 13:09

Daftar Negara yang Terancam Bangkrut Akibat Perang Iran

Senin, 23 Maret 2026 | 12:53

Gebrakan Xiaomi SU7 2026: Ludes 15 Ribu Unit dalam 34 Menit, Daya Jelajah Tembus 900 Km!

Senin, 23 Maret 2026 | 12:37

H+2 Lebaran, Emas Antam Turun Rp50 Ribu

Senin, 23 Maret 2026 | 12:35

WFH Jangan Ganggu Kinerja Perusahaan, DPR Minta Pemerintah Hati-hati

Senin, 23 Maret 2026 | 12:31

124 Perusahaan Truk Kena Sanksi Saat Lebaran, Mayoritas Pelanggaran ODOL

Senin, 23 Maret 2026 | 12:08

Menhub Siapkan Strategi Khusus Amankan Arus Balik Lebaran 1447 H Lintas Sumatra-Jawa

Senin, 23 Maret 2026 | 11:27

DJP: Aktivasi Akun Coretax Tembus 16,6 Juta, Lapor SPT Tahunan Capai 8,7 Juta

Senin, 23 Maret 2026 | 11:03

Selengkapnya