Berita

rio capella/net

Hukum

Eks Pimpinan KPK Isyaratkan Eksaminasi di Kasus Rio Capella

SENIN, 28 DESEMBER 2015 | 18:28 WIB | LAPORAN:

RMOL. Mantan Wakil Ketua KPK Indriyanto Seno Adji mengaku menerima laporan negatif dalam penanganan perkara suap Patrice Rio Capella. Laporan tersebut dijadikan dasar adanya eksaminasi terhadap penanganan kasus bekas Sekretaris Jenderal partai Nasdem itu.

"Persoalan ada tidaknya eksaminasi harus di check, dan yang memiliki otoritas penuh adalah Kepala Departemen PIPM ,” terang dia melalui pesan singkatnya, Senin (28/12).

Indriyanto mengisyaratkan laporan itulah yang membuat dilakukan eksaminasi. Prosedurnya, eksaminasi bisa dilakukan setelah ada hasil dari penelaahan laporan tersebut.


"Pada akhirnya demikian (harus ada laporan), sesuai mekanismenya,” pungkas pakar hukum pidana Universitas Indonesia itu.

Sebelumnya, mengenai eksaminasi kasus Rio Capella sudah dibenarkan oleh Kepala Bagian Humas KPK Yuyuk Andriati. Dia katakan, dalam proses itu ada beberapa pihak yang dimintai keterangan, termasuk Jaksa KPK Yudi Kristiana.

"Pengawas Internal memang sedang lakukan eksaminasi persidangan PRC. Tapi, ya bukan cuma dia (Yudi yang diperiksa)," kata Yuyuk.

Perlu diketahui, kasus pengamanan bansos Pemprov Sumatera Utara yang telah menjerat Rio Capella memang terungkap sejumlah fakta. Salah satunya soal uang yang mengalir ke Maruli Hutagalung dan Jaksa Agung Muhammad Prasetyo.

Salah satu saksi yang menyebut Maruli dan Muhammad Prasetyo terima duit yakni terdakwa Evy Susanti, yang tak lain adalah istri Gubernur Sumatera Utara nonaktif Gatot Pujo Nugroho. Dalam persidangan Evy mengaku telah mneyediakan duit 20 ribu dollar Amerika Serikat dan Maruli Rp 500 juta.

Namun demikian, ketika berlangsung di tengah kencangnya pengusutan kasus dugaan suap penanganan perkara bansos Sumut Pemrov Sumut oleh KPK. Yudi ditarik alih-alih dapat promosi jabatan yang dilontarkan Kejagung. Persoalannya, penarikan itu terjadi saat yang bersangkutan baru memperpanjang masa kontrak kerja kedua, dan sedang menyelidiki kasus dugaan suap penanganan perkara bansos di Kejagung dengan terdakwa Rio Capella dan OC Kaligis. [sam]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

UPDATE

Tinjau Situs Bersejarah

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:59

KPK Harus Berani Ungkap 'Borok' Sejumlah Forwarder di Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:40

Kalkulasi Strategis Akuisisi Rudal BrahMos

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:27

Gabungan Aliansi BEM Nasional Tolak Penunggangan Gerakan Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:57

Siapa Sebenarnya Pengkhianat?

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:40

Perlindungan Warga Sipil Papua Harus Berbasis Riset dan Demokrasi

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:20

Ini Pesan Panglima TNI kepada 1.737 Perwira Remaja yang Baru Dilantik

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:58

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Berikut Usulan Perpemindo ke KSP soal Penempatan PMI

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:01

Jembatan Pemikiran Frans Seda

Jumat, 26 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya