Berita

Politik

‎Kebijakan Upeti BBM Sangat Tidak Beralasan

SENIN, 28 DESEMBER 2015 | 15:53 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

‎Pungutan dana masyarakat dari penjualan bahan bakar minyak (BBM) untuk kepentingan penelitian energi baru dan terbarukan‎ sangat tidak beralasan.

‎Demikian disampaikan Ketua Umum FSP BUMN Bersatu, Arief Poyuono, ‎kepada redaksi (Senin, 28/12).

BBM jenis premium, sebut Arief, sudah tidak lagi disubsidi oleh pemerintah. Selain itu, masyarakat penguna BBM sudah dikenakan pajak bahan bakar minyak sebesar 5 % dari harga BBM yang dipatok oleh pemerintah.


"Penetapan harga BBM Premium plus pungutan ketahananan energi Rp 200 tiap liter sangat merugikan masyarakat," kata Arief.

Menurut dia, kebijakan upeti BBM sebagai bentuk perampasan uang masyarakat. Pemerintah seharusnya tidak boleh melakukannya.

"Kebijakan ini menjadi bukti masih bercokolnya mafia minyak di era pemerintahan Jokowi. Sangat mungkin mafia migas di Kementerian ESDM dan Pertamina hanya berganti kedok," sambung Arief.‎

Lebih lanjut Arief mengatakan saat ini harga internasional BBM atau RBO gasoline hanya berkisar 1,23 dolar AS pergalon. Seharusnya, 1 liter BBM hanya Rp 5693 ditambah pajak 5 % dan biaya tranportasi atau penjualan 5 % maka artinya harga BBM dengan oktan 99 seperti Pertamax hanya Rp 6262 per liternya.[dem]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya