Berita

foto: net

Politik

Kebijakan Upeti BBM Bukti Rezim Jokowi-JK Kehabisan Akal

SENIN, 28 DESEMBER 2015 | 14:55 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pungutan dana ketahanan energi (DKE) oleh pemerintah yang berasal dari bahan bakar minyak (BBM), premium Rp 200 per liter dan solar Rp 300 per liter dengan total sekitar Rp 16 triliun per tahun sangat menyengsarakan rakyat.

Direktur Eksekutif Bimata Politica Indonesia (BPI), Panji Nugraha mengatakan kebijakan itu membuktikan pemerintahan Jokowi-JK sudah kehabisan akal dalam menyiasati anggaran pendapatan negara.

"Rakyat heran dengan kebijakan pemerintah melalui Menteri ESDM Sudirman Said yang membebankan DKE kepada rakyat. Hal tersebut menunjukan jika pemerintah seperti kerajaan yang mewajibkan rakyat membayar upeti, sementara kemana larinya dana subsidi yang dicabut oleh pemerintah beberapa waktu yang lalu?" ujar Panji dalam ketengan tertulisnya, Senin (28/12).


Ia menilai, seharusnya pemerintah membahas kebijakan tersebut dengan DPR. Tidak boleh serta merta membuat kebijakan secara terburu-buru karena hal ini menyangkut kepentingan rakyat.

"DPR sebaiknya menjemput bola dengan mempertanyakan kebijakan DKE yang dibebankan kepada rakyat," terang Panji.

Ia menambahkan, pemerintah sebaiknya jangan berlindung di balik UU Energi, karena dalam UU tersebut pula tidak menjelaskan adanya pungutan kepada rakyat soal DKE.

"Jika pungutan ini diteruskan oleh pemerintah dan tidak dievaluasi, artinya rakyat dibuat sebagai 'budak' untuk memenuhi kepentingan penguasa. Dan ini semakin menegaskan rezim Jokowi-JK telah nyata gagal membela kepentingan rakyat," demikian Panji. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Penumpang Kereta Bandara Tembus 6,2 Juta Pelanggan Hingga Mei 2026

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:20

Fantastis! Harta Menteri dari PAN Trenggono Melejit Setengah Triliun dalam Setahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:15

Prabowo Dorong WNI Masuk Pasar Kerja Teknologi Jerman

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:11

Warna-warni Kendaraan Hias Meriahkan Perayaan 1 Muharam

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:10

Oktasari: Kritik Boleh, Tapi Jangan Abaikan Kerja Pemerintah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:46

Prabowo Sampaikan Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Belum Lapor LHKPN 2025, Mendes Yandri Punya Harta Rp20,95 Miliar Saat Awal Menjabat

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Israel Masih Tak Terima Rencana Damai Iran-AS

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:12

Kekayaan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Naik 83 Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:52

Universitas Binawan Buka Akses Penyetaraan Kualifikasi Nakes Indonesia di Uni Eropa

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:44

Selengkapnya