Berita

ilustrasi/net

Politik

Jokowi Harus Pecat Komisaris Dan Direksi Jasa Marga

MINGGU, 27 DESEMBER 2015 | 22:41 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Ketua Umum FSP BUMN Bersatu, Arief Poyuono, mendesak Presiden Joko Widodo untuk memecat seluruh Komisaris dan Direksi PT Jasa Marga.

Kemacetan total yang terjadi saat libur panjang peringatan Maulid Nabi dan perayaan Natal 2015 di seluruh ruas tol yang dikelola oleh Jasa Marga cukup menjadi alasan bagi Jokowi untuk memecat mereka.

"Kemacetan total di seluruh ruas tol yang dikelola oleh Jasa Marga, terutama ruas tol Jakarta-Cikampek dan Jakarta-Bogor, merugikan para penguna jasa tol dan berakibat pada kemacetan di jalan- jalan ruas dalam kota. Ini adalah pelayanan sangat buruk dari Jasa Marga," kata dia kepada redaksi (Minggu, 27/12).   


Kemacetan yang terjadi, kata dia, bukan hanya merugikan masyarakat tetapi juga negara.

Negara harus menanggung rugi miliaran rupiah akibat bahan bakar yang terpakai oleh kendaraan bertambah boros 50 persen dari total normal yang digunakan untuk jarak tempuh jika tidak terjadi kemacetan.

Dia mencontohkan, dibutuhkan 10 liter BBM untuk menempuh Jakarta-Cikampek melalui tol Cikampek yang jaraknya 75 Km pada saat normal. Namun jika macet total hingga 15 jam, maka akan dibutuhkan BBM dua kali lipatnya, yakni 20 liter. Jika ada 1 juta mobil yang terkena dampak kemacetan tersebut, itu berarti terjadi pemborosan 10 juta liter BBM.

"Jokowi harus memberikan apresiasi pada Dirjen Perhubungan Darat yang mundur akibat terjadinya kemacetan total yang terjadi. Memberhentikan semua Komisaris dan Direksi Jasa Marga serta Kepala Badan Pengelola Jalan Tol harus dilakukan Jokowi sebagai peringatan agar siapapun benar-benar bisa memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat," demikian Arief.[dem]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya