Berita

Rakyat Dipaksa Mensubisdi Pemerintah, Pungutan Dana Energi Tak Masuk Akal

KAMIS, 24 DESEMBER 2015 | 20:45 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Pemerintah tidak selayaknya memungut Rp 200 per liter untuk setiap pembelian bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium dan Rp 300 untuk Solar. Karena itu sama saja pemerintah mengisap rakyatnya.

"Kasarnya publik mensubisdi pemerintah. Rp 200 rupiah itu nggak kecil lho," dalam diskusi Refleksi Pemerintahan Kabinet Kerja Jokowi-JK 2015 bertajuk 'Benarkah Kabinet Kerja Jokowi-JK Gagal?' di kawasan Matraman, Jakarta Timur, Kamis (24/12).

Dia mengingatkan, saat ini harga minyak dunia mengalami penurunan. Tetapi masyarakat malah dibebani pungutan-pungutan yang tidak jelas pengelolaannya.


Menurutnya, tidak masuk akal, sebelumnya ada penurunan bahan bakar minyak sebesar 125 rupiah. Tetapi secara tiba-tiba masyarakat dimintai 200 rupiah oleh pemerintah.

Ia mengatakan kinerja pemerintah dalam sektor bahan bakar minyak tidak memiliki regulasi yang jelas, imbasnya publik hanya bisa pasrah atas keputusahan pememerintah yang tidak berpihak kepada masyarakat.

"Ada ketidakadilan dari pemerintah atas rakyatnya sendiri. Publik disuguhi drama-drama politik yang tidak jelas," sesalnya.

Oleh sebab itu, dapat disimpulkan bahwa orang-orang yang memiliki kekuasaan di sektor energi saat ini, bukanlah pribadi yang mampu membawa Indonesia ke arah lebih baik dalam sektor energi.

"Kebijakan yang menyimpang dari konstitusi kita. Penyimpangan ini mengakar dari sana semua," demikian Ferdinan. [zul]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya