Berita

hary tanoe/net

Bisnis

Inilah 9 Solusi untuk Perbaikan Ekonomi Versi Ketum Perindo

KAMIS, 24 DESEMBER 2015 | 19:07 WIB | LAPORAN:

RMOL. Indonesia harus dikembalikan pada tujuan awal berbangsa dan bernegara, yaitu merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo yang mengatakan itu dalam surat elektronik yang dikirimkan ke redaksi, Kamis (24/12).

Menurut dia, kebijakan ekonomi yang dijalankan Pemerintah sepanjang tahun 2015 ini belum membuat rakyat sejahtera. Karenanya, melalui Perindo, Hary Tanoe komit untuk meningkatkan kesejahteraan Indonesia.


"Kita (Perindo, red) akan memainkan peran sebagai agen perubahan untuk kemajuan bangsa dan Indonesia yang lebih baik serta Indonesia yang lebih sejahtera," kata dia.

Hary yang selama ini bergelut di dunia usaha menyampaikan sembilan solusi kepada Pemerintah yang dikomandoi Jokowi-JK sebagai masukan dalam arah pembangunan ke depan.

"Semoga sembilan solusi ini, dapat berfungsi sebagai solusi alternatif untuk menyikapi situasi nasional yang masih diterpa berbagai persoalan," ujarnya.

Adapun sembilan catatan Perindo untuk arah kebijakan pemerintah Tahun 2016 adalah mendorong seperti bunga pinjaman modal murah, akses modal mudah, pelatihan keterampilan dan proteksi. Apabila UMKM didorong maju akan mengakibatkan mereka naik kelas dengan penghasilan yang lebih baik.

"Dampaknya kesenjangan sosial menyempit dan penggerak perekonomian Indonesia akan menjadi semakin besar," jelas bos salah satu perusahaan media ini.

Dia juga berpandangan bahwa bangsa Indonesia dalam rangka mewujudkan kesejahteraan rakyatnya penting bagi pemerintah dan segenap aparatnya senantiasa memberi keteladanan dalam segala hal terutama mampu memperlihatkan kualitas kenegarawanan dan jauh dari prilaku mementingkan diri sendiri dan kelompoknya agar jalannya pemerintahan hari ini akan lebih baik dari pemerintahan sebelumnya.

"Perindo mendorong pemerintah untuk terus memperhatikan perkembangan berbagai macam industri yang ada terutama berkenaan dengan inventarisasi industri apa saja yang harus menjadi prioritas guna semakin meperkuat struktur perekonomian nasional dan daya saing Indonesia dalam percaturan ekonomi global," urai Hary Tanoe.

Selain itu, Pemerintah juga harus dapat berdaulat dan mandiri dalam segala bidang kehidupan, terutama dalam memenuhi kedaulatan pangan yang sangat penting dalam rangka menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat.

"Perindo akan mendorong dan berpartisipasi dalam merancang gagasan dan mengembangkan program pengentasan kemiskinan (masyarakat miskin pedesaan dan perkotaan, buruh, pengangguran, petani dan nelayan dirancang untuk naik kelas) dengan berbagai program pilot poject, pendampingan, bantuan permodalan dan bantuan teknis lainnya," ujarnya.

Hary berpendapat, dalam rangka memperbanyak lapangan kerja dan menyerap angkatan kerja, Pemerintah harus memperbanyak proyek padat karya di berbagai daerah dan pedesaan di seluruh Indonesia.
 
"Perindo memandang bahwa dalam rangka mengurangi ketimpangan di bidang pendidikan perlu diperbanyak guru-guru bermutu, sarana dan prasarana pendidikan di desa-desa di seluruh Indonesia guna melahirkan kualitas sumber daya manusia yang bermutu,"sambungnya.

Hary Tanoe menyarankan, dalam rangka mengurangi ketimpangan akses kesehatan perlu diintensifkannya tugas dokter, apoteker dan paramedis di desa-desa di seluruh tanah air dengan jaminan kesejahteraan, kesehatan dan keselamatan yang dibutuhkan.

"Dan yang terakhir, Perindo mendorong diubahnya postur APBN yang lebih berorientasi pada kesejahteraan masyarakat banyak dalam rangka mengatasi berbagai kesenjangan ekonomi dan sosial yang ada," demikian pria yang biasa disapa HT ini. [sam]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

KPK Panggil 13 Saksi Kasus Mantan Wamen Imipas Silmy Karim

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:22

Gugatan PT KSS, Ahli Nilai Keputusan Kemenhub Timbulkan Konsekuensi Hukum

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:21

Mengenal Taufik Hidayat, Lelaki Paling Kejam Abad Ini

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:12

Laporan HAM PBB Sebut Israel Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:01

Jakarta 499 Tahun: Birokrasi Modern Belum Cukup Tanpa Perspektif HAM.

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:00

BKKBN: 8,1 Juta Keluarga di Indonesia Berisiko Stunting

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:41

Kisah Mantri Perempuan BRI Tempuh Pegunungan Toraja untuk Layani Nasabah di Wilayah 3T

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:29

Konbes–Munas NU Ploso Diwarnai Aksi Intimidasi dan Motif Kepentingan Pribadi

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:28

Prabowo Dianugerahi Lencana Emas Adi Bakti Tani-Nelayan Maha Utama

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:24

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Bupati Muara Enim Edison

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:18

Selengkapnya