Berita

Sudirman Said

Pemerintah Memang Boleh Memungut Dana Energi, Tapi Bukan Dari Rakyat

KAMIS, 24 DESEMBER 2015 | 17:46 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Kebijakan Pemerintah yang disampaikan Menteri ESDM Sudirman Said akan memungut Rp 200 per liter BBM jenis Premium dan Rp 300 untuk Solar dipertanyakan.

Menurut Direktur Energy Watch, Ferdinan Hutahaea, kebijakan Kementerian ESDM tersebut janggal.

"Dasar hukumnya apa. Seharusnya masyarakat tidak dieksploitasi," kata Ferdinan dalam diskusi Refleksi Pemerintahan Kabinet Kerja Jokowi-JK 2015 bertajuk 'Benarkah Kabinet Kerja Jokowi-JK Gagal?' di kawasan Matraman, Jakarta Timur, Kamis (24/12).


Ferdinan mengakui berdasarkan UU 30/2007 tentang Energi memang pemerintah dibenarkan memungut dana energi. Namun, sumber pungutan bukan rakyat yang membeli BBM, melainkan para kontraktor yang melakukan usaha.

"Mereka menikmati keuntungan luar biasa dari harga post production. Kenapa mereka tidak menyisihkan dana untuk itu, malah dibebankan pungutan yang tidak layak," kesalnya.

Tak hanya itu, dia menilai landasan hukum yang diberlakukan Sudirman Said berpotensi liar. "Pungutan ke publik harus diturunkan ke PP (Peraturan Pemerintah). Ini PP-nya tidak. Ini kan tidak dijelaskan pemerintah," bebernya.

Oleh sebab itu, sudah menjadi kewajiban pemerintah menjelaskan hal tersebut ke masyarakat mengenai pengelolaan dana tersebut. Serta, sampai mana dana itu mengalir.

"Sekarang kita sangat menuntut pemerintah dana ini ke mana. Kemarin untuk dana energi baru, berapa untuk itu? Ini kan harus clear. Alokasinya harus jelas. Di APBN kan kita tidak melihat ada ini," demikian Ferdinan.

Kemarin Menteri ESDM Sudirman Said mengumumkan penurunan harga BBM jenis Premium dan Solar. Berdasarkan harga keekonomian, harga Premium Rp 6.950/liter. Sebelumnya, Rp 7.300/liter. Namun karena ada pungutan dana ketahanan energi Rp 200/liter untuk Premium, harga Premium menjadi Rp 7.150/liter.

Sedangkan untuk Solar, dana ketahanan energi Rp 300/liter. Sehingga harga Solar dari Rp 6.700/liter menjadi Solar Rp 5.950/Liter. [zul]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya