Berita

Terlalu Mengutamakan Freeport, Pemerintah Dinilai Inlander

KAMIS, 24 DESEMBER 2015 | 16:28 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Dirut Energy Watch, Ferdinan Hutahaea, menyoroti sikap pemerintah terutama Wakil Presiden Jusuf Kalla terkait keberadaan tambang asing.  Menurutnya, sikap JK yang pro terhadap perusahaan tambang asing membuktikan dia seorang inlander yang sesungguhnya.

"Jusuf Kalla itu inlander. Masak masyarakat Indonesia kepentingannya di bawah dibanding kepetingan Freeport, inlander itu," jelasnya dalam diskusi 'Refleksi Pemerintahan Kabinet Kerja Jokowi-JK 2015, Benarkah Kabinet Kerja Jokowi-JK Gagal? di Resto Handayani Prima, Matraman, Jakarta Timur, Kamis (24/12).

Menurutnya, JK terlalu liberal. Padahal Pemerintah seharusnya mencari konsep aplikatif yang benar untuk kehidupan ekonomi bangsa. "Budaya negara kita ini seperti apa, harus ada sistem yang cocok untuk kita jangan hanya mengadopsi liberal," tandasnya.


Oleh sebab itu, ia menyayangkan sikap masyarakat Indonesia apabila ada yang sangat berkiblat kepada Barat. Padahal Ferdinan menambahkan, budaya antre yang baik pun terlahir dari budaya sosialis.

"Indonesia sifatnya kenapa sih kalau ada Barat yang datang serasa malaikat tuun dari langit ke-9. Padahal sosialis tidak seluruhnya buruk," sesalnya.

Para pembicara dalam diskusi 'Refleksi Kerja Kabinet Kerja Jokowi-JK' yang terdiri dari Ferdinan dan pengamat kebijakan publik, Ichsanuddin Noorsy mengatakan masih banyak pekerjaan rumah yang masih harus dilakukan Jokowi-JK.

Tetapi apabila ada kepentingan kelompok dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi di negara seperti belakangan ini, jangan diharapkan Indonesia menjadi negara yang mampu bertahan dalam persaingan dunia terlebih mengenai program Masyarakat Asean 2015.

Beberapa waktu sebelumnya, JK mengungkapkan soal kelangsungan investasi PT Freeport Indonesia. "Kalau undang investasi dari luar, tentu investasi yang sudah ada kita jaga kelangsungannya. Kalau suatu investasi tidak kita jaga, bagaimana bisa undang investasi lain," tandasnya. [zul]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya