Berita

Catat, Index Pembangunan Ketenagakerjaan Masih Buruk

KAMIS, 24 DESEMBER 2015 | 00:30 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kementerian Tenaga Kerja merilis  Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan (IPK) tahun 2015 sebesar 55,73, atau mengalami peningkatan dari sebelumnya sebesar 55,5. Namun demikian, pengamat perburuhan Timboel Siregar menilai pencapaian IPK tersebut belum menunjukkan kemajuan yang signifikan.

"Ini hasil yang masih buruk. Angka 55,73 masuk kategori menengah ke bawah," kata dia kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (23/12).‎

‎Stidaknya, menurut dia, ada sembilan indikator mengapa pencapaian IPK tahun ini relatif belum mampu ditingkatkan. Indikator-indikator tersebut yakni perencanaan tenaga kerja, p‎enduduk dan tenaga kerja, k‎esempatan kerja, pe‎latihan dan kompetensi kerja, pr‎oduktivitas tenaga kerja, hu‎bungan industrial, k‎ondisi lingkungan kerja, pe‎ngupahan dan kesejahteraan pekerja, serta ‎jaminan sosial tenaga kerja.‎

‎Menurut Timboel, perencanaan ketenagakerjaaan belum terintegrasi sebagaimana yang diharapkan. Program-program yang disusun dan dijalankan antar direktorat masih tumpang tindih dan tidak saling menopang. Sementara produktivitas tenaga kerja yang masih rendah yang mengandalkan BLK-BLK juga masih menjadi masalah.‎

‎"Kesempatan kerja tidak terbuka luas karena penyerapan tenaga kerja yang rendah. Satu persen pertumbuhan ekonomi hanya membuka sekitar 100 ribu lapangan kerja," imbu Timboel.‎

‎Menurut Timboel, dimensi perlindungan tenaga kerja juga cukup buruk. Hal ini nampak dari masih rendahnya kualitas pengawas ketenagakerjaan dan rendahnya aspek kesehatan dan keselamatan kerja (K3) bagi tenaga kerja akibat kurangnya pengawasan dan penegakkan hukum.

‎Demikian juga dengan jaminam sosial yang masih rendah. Baru sekitar 30% pekerja yang menjadi peserta BPJS Naker dan sekitar 20% yang  ikut BPJS Kesehatan," imbuhnya.‎

‎Lebih lanjut dikatakan Timboel, indikator IPK tahun ini belum mampu ditingkatkan nampak dari pengupahan yang masih menjadi masalah bagi pekerja. Kehadiran PP 78/2015 masih belum bisa meyakinkan pekerja untuk bisa sejahtera.

‎"Dalam konteks hubungan industrial juga demikian. Pemasyarakatan hubungan industrial yang dilakukan Kemenaker yang sudah berjalan harus terus ditingkatkan karena masih banyak buruh yang belum mengerti tentang hal itu," katanya.

‎K‎arena itulah, menurut dia, ke depan perlu dilakukan peningkatan oleh Kemenaker agar IPK bisa ditingkatkan. Penambahan anggaran dari APBN, menurutnya, salah satu yang diperlukan untuk bisa mencapai target tersebut.

‎"Menaker harus berani berjuang untuk meningkatkan anggaran di APBN dan setelah itu berani untuk memberikan punishment kepada direktorat yang penyerapan anggarannya rendah," demikian Timboel.‎[dem]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Kopilot Malaysia Ngaku Diupah Rp220 Juta Selundupkan 26 Kg Ekstasi ke Jakarta

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:20

Merdeka dalam Keserakahan: Ilusi Kemerdekaan di Usia 81 Tahun

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:02

Polda Metro Masih Selidiki Dugaan Pencabulan oleh Oknum Pendeta

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:52

Loyalis Anies Dicecar KPK soal Jual Beli Properti di Kasus TPPU Rita Widyasari

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:25

Begini Respons Deddy Sitorus Usai Dilaporkan KWP ke MKD

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:02

Warga Tuban Terdampak Debu Pabrik, Semen Indonesia Mangkir Dipanggil DPRD

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:11

Terjang Ombak, Dedikasi Mantri BRI Buka Jalan Akses Finansial Pulau Seram

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:02

Bea Cukai Ciduk Kopilot Kurir Narkoba, Duit Negara Rp207,9 Miliar Selamat

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:41

Transformasi Danantara Dongkrak Pendapatan Telkom hingga Tembus Rp75,9 Triliun

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:22

Polda Metro Jaya Cokok 728 Tersangka Curanmor

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:06

Selengkapnya