Berita

jusuf kalla/net

Politik

PDIP Minta JK Mundur

MINGGU, 20 DESEMBER 2015 | 17:17 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) diminta mundur karena menjadi sumber kegaduhan yang terjadi dalam kehidupan politik Indonesia saat ini.

Permintaan agar JK mundur disampaikan politikus PDI Perjuangan Masinton Pasaribu di sela konferensi pers survei Polcomm Institute di Jakarta (Minggu, 20/12).

Menurut Masinton, otoritas kekuasaan yang digunakan untuk kepentingan bisnis memunculkan kegaduhan. Dan episentum dari kegaduhan saat ini titik besarnya ada di JK.


Masinton mencontohkan beberapa bukti. JK misalnya membela Pelindo II ketika digeledah Bareskrim Polri. Begitu juga dengan pengadaan listrik 35 ribu megawatt yang pernah dikritik Menteri Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli.

"Dirut-nya (RJ Lino) telepon sana-sini. Yang dari Seoul (JK), nelepon supaya tidak dilanjutkan. Kabareskrim saat itu (Budi Waseso), yang copot JK juga. Menteri ESDM, JK juga," tukas Masinton.

Masinton pun mengingatkan JK untuk tidak mencampuradukkan jabatan dengan kepentingan bisnis. Apalagi JK pada awal dipasangkan dengan Jokowi berjanji tidak akan menggunakan kekuasaan untuk kepentingan bisnisnya.

"Pak JK mengatakan, 'Saya sudah tua, sudah pernah jadi wapres. Saya tidak akan gunakan ini untuk kepentingan bisnis saya. Saya ingin mengabdikan diri pada bangsa'. Itu yang harus kita tagih janjinya," tuturnya..[dem]

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Relawan Jokowi: Rismon Sianipar Pengecut!

Jumat, 13 Maret 2026 | 01:05

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

UPDATE

Prediksi Mossad Gagal, Netanyahu Disebut Murka ke Direktur Intelijen

Senin, 23 Maret 2026 | 13:39

Kasus Andrie Yunus Bisa Diusut Timwas Intelijen DPR

Senin, 23 Maret 2026 | 13:23

Pengamat: Trump Inkonsisten Soal Selat Hormuz

Senin, 23 Maret 2026 | 13:09

Daftar Negara yang Terancam Bangkrut Akibat Perang Iran

Senin, 23 Maret 2026 | 12:53

Gebrakan Xiaomi SU7 2026: Ludes 15 Ribu Unit dalam 34 Menit, Daya Jelajah Tembus 900 Km!

Senin, 23 Maret 2026 | 12:37

H+2 Lebaran, Emas Antam Turun Rp50 Ribu

Senin, 23 Maret 2026 | 12:35

WFH Jangan Ganggu Kinerja Perusahaan, DPR Minta Pemerintah Hati-hati

Senin, 23 Maret 2026 | 12:31

124 Perusahaan Truk Kena Sanksi Saat Lebaran, Mayoritas Pelanggaran ODOL

Senin, 23 Maret 2026 | 12:08

Menhub Siapkan Strategi Khusus Amankan Arus Balik Lebaran 1447 H Lintas Sumatra-Jawa

Senin, 23 Maret 2026 | 11:27

DJP: Aktivasi Akun Coretax Tembus 16,6 Juta, Lapor SPT Tahunan Capai 8,7 Juta

Senin, 23 Maret 2026 | 11:03

Selengkapnya