Berita

Politik

Mayoritas Publik Anggap Menteri Jokowi Tidak Jalankan Nawacita

MINGGU, 20 DESEMBER 2015 | 14:54 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Mayoritas publik menganggap program Nawacita belum dijalankan oleh menteri Kabinet Kerja. Hasil survei Polcomm Institute menunjukkan sebanyak 36,1 persen responden menganggap menteri belum melaksanakan Nawacita.

"Hanya 30,5 persen publik menilai program Nawacita sudah dijalankan oleh kementerian, sedangkan 33,4 persen menyatakan tidak tahu," ujar peneliti Polcomm Institute, Afdal Makkuraga Putra, saat menjelaskan hasil surveinya di bilangan Cikini, Jakarta, sesaat lalu (Minggu, 20/12).

Survei dilakukan Polcomm Institute terhadap 1.200 responden yang tersebar di 34 provinsi. Pengumpulan data dilakukan pada 20-26 November 2015, adapun metode penelitian menggunakan multistage random sampling, dengan margin of eror sebesar 3,1 persen.


Menurut dia, besarnya jumlah publik yang menilai program Nawacita belum sepenuhnya dilaksanakan menunjukkan program andalan Presiden Jokowi itu belum dipahami oleh anggota Kabinet Kerja.

Lebih lanjut dia mengataikan beberapa kementerian yang belum sepenuhnya mendukung program Nawacita antara lain kementerian di bidang pendidikan, ekonom, dan energi.

"Beberapa memang belum menyentuh persoalan program Nawacita, seperti pengentasan kemiskinan dan  pendidikan. Masih ada persoalan putus sekolah dan infrastruktur yang kurang," ujar Afdal.

Selain itu menurut Afdal, program Nawacita juga tidak nampak dari kementerian dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing masyarakat di pasar internasional, dan membangkitkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor strategis ekonomi domestik.

"Selain itu, soal-soal terkait reformasi sistem penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya," lanjutnya.[dem]


Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya