Berita

ruki-busyro

Dikritik Busyro Karena Otoriter, Ruki: Suka-suka Beliaulah

SELASA, 15 DESEMBER 2015 | 15:58 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

RMOL.  Plt Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Taufiequrachman Ruki menanggapi santai kritik yang disampaikan mantan Ketua KPK, Busyro Moqoddas. Ruki tak keberatan kalau Busyro menyebutnya sebagai orang yang otoriter.

"Suka-suka beliaulah. Bebas-bebas saja kok menilai orang lain," ujar Ruki, melalui pesan singkat, Selasa (15/12).

Dia khawatir apabila menanggapi pernyataan Busyro dengan serius akan menimbulkan kisruh di akhir masa kerjanya.


"Bukan watak saya mengkritik kerja orang lain, apalagi menilainya. Nanti malah jadi berpolemik," kata Ruki.

Sebelumnya, Busyro mengkritik sikap Ruki karena memberi sanksi berat kepada pegawainya karena dikritik.

Busyro menyinggung tindakan Ruki yang mengenakan sanksi kepada 28 pegawainya. Menurut dia, Ruki antikritik karena didemo pegawainya akibat pelimpahan kasus Komjen Budi Gunawan ke Kejaksaan Agung.

Padahal, menurut Busyro, pimpinan mendapatkan kritik dari bawahannya merupakan hal yang biasa.

"Dikritik itu kan biasa saja. Dulu Abraham Samad juga didemo tidak pernah ada sanksi. Kami juga sering dikritik oleh penyidik," kata Busyro.

"Ruki kan orang tua. Mbok ya tunjukkan keorangtuaannya," kata dia.

Pada 3 Maret 2015, sebagian besar pegawai KPK kompak mendemo pimpinan KPK yang memutuskan melimpahkan kasus Budi Gunawan setelah kalah di praperadilan.

Tak berhenti sampai di situ, pada 16 Mei 2015, KPK menerima karangan bunga bertuliskan bernada sarkastis.

Ternyata, pengirimnya merupakan pegawai KPK. Menurut informasi, sejumlah pegawai yang mengkritik pimpinan KPK itu pun diberi sanksi skors atau dirumahkan selama beberapa waktu. [zul]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya