Berita

foto: net

Ditegaskan Lagi, Sidang MKD Hanya Pertontonkan Perkelahian Antar Geng

MINGGU, 13 DESEMBER 2015 | 18:36 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya, DR. Rizal Ramli tidak terlalu peduli dengan sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) yang masih berjalan di DPR.

"Yang jelas kalau dulu tidak kita kepret, 10 Oktober 2015 perpanjangan Freeport sudah terjadi. Tikus-tikus itu makin merajalela. Jadi buat saya tidak penting sidang MKD itu," kata Rizal saat ditemui usai melakukan dialog dengan blogger bertema "Indonesia Mental Juara" di Gandaria City, Jakarta, Minggu (13/12).

Menurut Rizal, sidang MKD hanya mempertontonkan perkelahian antar geng semata. Geng tersebut berebut saham untuk kepentingan elit dan kelompoknya, bukan untuk kepentingan rakyat Indonesia.


"Jadi enggak penting kalau cuma lihat perkelahian antar geng. Rakyat tahu siapa tikus-tikus itu. Geng yang brengsek. Biar rakyat yang menghukumnya. Bagi saya, yang penting apa yang bermanfaat buat rakyat," demikian Rizal.

MKD DPR hingga saat ini masih menangani kasus dugaan pelanggaran kode etik oleh Ketua DPR Setya Novanto terkait pencatutan nama Presiden Jokowi dan Wapres JK soal kontrak karya PT. Freeport Indonesia. Kasus ini duadukan oleh Menteri ESDM Sudirman Said.

Sebelumnya, Rizal Ramli mengatakan kasus pencatutan nama Presiden Jokowi dan Wapres JK yang disebut-sebut melibatkan Ketua DPR Setya Novanto, pengusaha Reza Chalid, dan Dirut PT Freeport Indonesia Ma'roef Syamsudin seperti sinetron.

Rizal mengingatkan, PT. Freeport Indonesia harus memenuhi empat hal. Pertama, harus tetap membayar royalty lebih tinggi 6-7 persen. Kedua, Freeport harus tanggung jawab soal processing limbah. Ketiga, Freeport wajib untuk membangun smelter. Keempat atau terakhir, adalah soal investasi. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Ombudsman RI Pelototi Tata Kelola Haji

Kamis, 23 April 2026 | 10:15

Kemlu Protes Spanduk "Rising Lion" Israel di RS Indonesia Gaza

Kamis, 23 April 2026 | 10:06

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp17.274 per Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 09:21

Kisah Epik Sang ‘King of Pop’: Film Biopik Michael Resmi Menggebrak Bioskop Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:18

Ketua KONI Ponorogo Sugiri Heru Sangoko Dicecar KPK Soal Pemberian Fee ke Sudewo

Kamis, 23 April 2026 | 09:15

MUI Minta Jemaah Haji Doakan Pemimpin Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:14

Bursa Asia Menguat: Nikkei Cetak Rekor

Kamis, 23 April 2026 | 09:07

Harga Minyak Kembali Tembus 100 Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 08:58

Wall Street Perkasa Berkat Donald Trump

Kamis, 23 April 2026 | 07:41

Pentagon Pecat Petinggi Angkatan Laut John Phelan di Tengah Gencatan Senjata

Kamis, 23 April 2026 | 07:25

Selengkapnya