Berita

rachmawati soekarnoputri/net

Mengapa Jokowi Bungkam Soal BLBI, Sinyalemen Rachmawati Terbukti

SABTU, 12 DESEMBER 2015 | 15:41 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Sebelum pemilihan presiden tahun lalu, putri Bung Karno, Rachmawati Soekarnoputri sudah menyampaikan sinyalemen bahwa akan ada konspirasi dan kolaborasi kecurangan untuk mendukung kemenangan salah satu pasangan.

Belakangan ini, setelah kasus #PapaMintaSaham muncul ke permukaan, sinyalemen Rachma itu pun terbukti.

"Sejak sebelum pilpres 2014 sudah diprediksi ada konspirasi dan kolaborasi megaskandal Freeport-gate dimana aset kita akan digadai atau konon akan dijual kepada pihak asing oleh penguasa antek asing jika kita tidak sanggup membayar utang," ujar mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden ini dalam perbincangan dengan redaksi.


Selain kasus Freeport juga ada megaskandal lain yang sudah didiamkan sejak 2003, yakni Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang merugikan negara tak kurang dari Rp 600 triliun.

"Untuk yang terakhir ini baru JK (Jusuf Kalla) yang buka mulut agar agar megakorupsi yang menyedot uang rakyat dan negara Rp 640 triliun itu dibuka. Negara dirugikan oleh aksi mengelentorkan BLBI kepada obligor hitam dan pengemplang pajak," sambungnya.

"Lebih aneh lagi, bukannya mengembalikan uang negara yang diambil pengemplang BLBI, saat berkuasa Megawati malah melindungi mereka dengan memberikan Surat Keterangan Lunas (SKL) dan menerbitkan release and discharge. Ini harus diusut," sambungnya.

"Lalu, mengapa Jokowi memilih bungkam soal BLBI? Bagaimana dengan janjinya memberantas korupsi?" tanya Rachmawati.

Dia mengingatkan bahwa dana yang digelontorkan kepada koruptor penerima BLBI sejatinya adalah uang yang diperoleh lewat pajak rakyat.

Menurutnya, melihat perkembangan pemerintahan Jokowi sampai sejauh ini, sulit mengangankan Indonesia akan bebas dari jerat utang. Juga sulit membayangkan tambang tembaga dan emas di Papua kembali ke pangkuan ibu pertiwi.

"Solusi dari persoalan ini adalah pemimpin baru. Kita semua menunggu," demikian Rachma. [dem]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Awal Pekan, Harga Emas Antam Terpantau Turun ke Rp2.668.000 per Gram

Senin, 22 Juni 2026 | 10:21

Harta Zita Anjani Melonjak Rp100 Miliar, Hari Purwanto: Mungkin Menang Lotre

Senin, 22 Juni 2026 | 10:11

Emas Antam Mandek di Awal Pekan, Satu Gram Rp2,6 Juta

Senin, 22 Juni 2026 | 09:49

Bajak Kader Partai Lain, PSI Dinilai Tetap Berpotensi Jadi Partai Gurem

Senin, 22 Juni 2026 | 09:43

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.812 per Dolar AS

Senin, 22 Juni 2026 | 09:30

Dolar AS Menguat di Tengah Amblesnya Yen dan Poundsterling

Senin, 22 Juni 2026 | 09:20

Trump Sebut Starmer Gagal, Isu Pengunduran Diri PM Inggris Kian Menguat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:11

Gibran Ingin Layanan Kesehatan di Wilayah 3T Diperkuat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:00

Rayakan HUT ke-499, Jakarta Berikan Tarif Spesial Rp1 untuk MRT, LRT, dan TransJakarta Hari Ini

Senin, 22 Juni 2026 | 08:47

Bakal Turun Gunung Bareng PSI, Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Bayang-bayang Kekuasaan

Senin, 22 Juni 2026 | 08:46

Selengkapnya