Berita

Sya'roni/net

KISRUH FREEPORT

Pak JK, Jangan Intimidasi Bangsa Indonesia

JUMAT, 11 DESEMBER 2015 | 00:49 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Dugaan sebagian kalangan bahwa kegaduhan Majelis Kehormatan Dewan (MKD) dan Papa Minta Saham hanyalah pengalihan isu untuk memuluskan perpanjangan kontrak Freeport sangat mungkin benar adanya. ‎

Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan tidak malu-malu menyatakan mendukung perpanjangan kontrak Freeport‎, sementara sebelumnya Menteri ESDM Sudirman Said menjamin persetujuan perpanjangan kontrak kepada Freeport. ‎

"Sangat jelas sekali alurnya bahwa JK dan Sudirman sudah seirama mendukung perpanjangan kontrak Freeport. Bisa jadi kegaduhan MKD sengaja diciptakan sebagai pengalihan agar tidak mengecam keputusan perpanjangan Freeport," ujar Sekjen ‎Sekjen Himpunan Masyarakat Untuk Kemanusiaan dan Keadilan (Humanika), Sya'roni, dalam perbincangan dengan redaksi (Kamis, 10/12).

‎Dia sangat menyayangkan pernyataan JK yang menunjukkan tidak memahami arti investasi sehingga dengan serta merta tunduk pada kepentingan asing.

‎D‎alam pernyataannya, JK seakan memberi intimidasi bahwa kalau Freeport tidak diperpanjang maka pemerintah akan kesulitan mencari investor baru. JK juga mengatakan pemerintah perlu menjaga investasi yang sudah ditanamkan di Indonesia.

Justru y‎ang perlu dikritisi menurut Sya'roni, pertama, Indonesia dengan kekayaan alamnya adalah surga bagi para investor sehingga tidak ada alasan akan sulit mencari investor jika Freeport tidak diperpanjang kontraknya. ‎Kedua, kewajiban pemerintah hanya sebatas menjaga investasi tersebut sampai akhir kontraknya. Ini artinya, s‎etelah kontrak selesai maka selesai juga kewajiban tersebut, alias tidak ada kewajiban untuk memperpanjang kontrak investasinya.

"‎Setelah kontrak selesai, maka hak Indonesia untuk memutuskan masa depan investasi tersebut. Untuk Freeport rasanya, sudah cukup tambang tersebut dikelola oleh asing. Saat ini bangsa Indonesia telah memiliki segalanya untuk sanggup mengelola sendiri tambang tersebut," kata Sya'roni.

"‎Solusi yang tepat, Freeport harus dinasionalisasi. Indonesia memiliki BUMN-BUMN tambang dan minyak yang jika diberikan kesempatan mengelola tambang Freeport seyakin-yakinnya akan mampu melaksanakannya," demikian kata Sya'roni.[dem]‎

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Awal Pekan, Harga Emas Antam Terpantau Turun ke Rp2.668.000 per Gram

Senin, 22 Juni 2026 | 10:21

Harta Zita Anjani Melonjak Rp100 Miliar, Hari Purwanto: Mungkin Menang Lotre

Senin, 22 Juni 2026 | 10:11

Emas Antam Mandek di Awal Pekan, Satu Gram Rp2,6 Juta

Senin, 22 Juni 2026 | 09:49

Bajak Kader Partai Lain, PSI Dinilai Tetap Berpotensi Jadi Partai Gurem

Senin, 22 Juni 2026 | 09:43

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.812 per Dolar AS

Senin, 22 Juni 2026 | 09:30

Dolar AS Menguat di Tengah Amblesnya Yen dan Poundsterling

Senin, 22 Juni 2026 | 09:20

Trump Sebut Starmer Gagal, Isu Pengunduran Diri PM Inggris Kian Menguat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:11

Gibran Ingin Layanan Kesehatan di Wilayah 3T Diperkuat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:00

Rayakan HUT ke-499, Jakarta Berikan Tarif Spesial Rp1 untuk MRT, LRT, dan TransJakarta Hari Ini

Senin, 22 Juni 2026 | 08:47

Bakal Turun Gunung Bareng PSI, Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Bayang-bayang Kekuasaan

Senin, 22 Juni 2026 | 08:46

Selengkapnya