Berita

foto: net

Politik

Pilkada 2015, Pelanggaran Pidana Paling Banyak Ditemukan

KAMIS, 10 DESEMBER 2015 | 02:56 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Proses pemungutan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 9 Desember 2015 telah usai. Jika dilihat dan disimak dari proses penyelenggaraan Pilkada secara keseluruhan, pelaksanaan Pilkada berjalan dengan lancar.

Perkumpulan Untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) melaksanakan pemantauan media massa dari tanggal 8 Desember 2015 sampai dengan hari H 9 Desember 2015. Dalam melaksanakan pemantauan tersebut, Perludem mengelompokkan pemberitaan menjadi lima bagian temuan. Kekerasan dalam pelaksanaan, logistik Pilkada, pelanggaran pidana, pelanggaran administrasi, dan sengketa pencalonan.

"Pemilihan dan pengelompokan lima kategori ini didasarkan pendekatan bahwa lima persoalan tersebut yang kemudian banyak menjadi catatan dalam pelaksanaan pemilihan kepala daerah, khususnya mendekati hari H," kata Peneliti Perludem, Khoirunnisa Nur Agustyati kepada redaksi, Rabu (9/12).


Berdasarkan temuan dan catatan Perludem, persoalan logisitk tidak banyak terjadi di Pulau Sumatera. Pulau Sumatera tidak mendapat persoalan berarti dalam proses pendistribusian logisitik, atau juga terjadinya pelanggaran administrasi dan pidana pilkada.

"Setidaknya ada empat pemilihan gubernur yang dilaksanakan di Pulau Sumatera, yakni Provinsi Sumatera Barat, Provinsi Jambi, Provinsi Bengkulu, dan Provinsi Kepulauan Riau. Hanya saja, satu catatan penting untuk proses penyelenggaraan pemilihan kepala daerah di wilayah Sumatera Indonesia adalah adanya penundaan pelaksanaan pemilihan kepala daerah di Sumatera Utara, yakni Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun," ungkap Khoirunnisa.

Aspek lain yang terlihat dari pantauan Perludem, adalah persoalan kekerasan dalam proses pelaksanaan Pilkada. Dalam pantauan hari H misalnya, Perludem menemukan tindak kekerasan di 12 daerah, antara lain Kota Palu, Kab. Boven Digoel, dan Kab. Blitar.

Khoirunnisa menemabhkan, dari lima aspek yang dipantau oleh Perludem, pelanggaran pidana adalah pantauan yang paling banyak ditemukan. Dari total 140 temuan, pelanggaran pidana paling banyak ditemukan dengan jumlah 54 temuan. Urutan kedua adalah persoalan logisitik total angkanya adalah 36 temuan. Salah bentuk pelanggarannya adalah tidak disebarnya undangan pemilihan C6 kepada pemilih. Urutan ketiga adalah pelanggaran administrasi dengan total 25 temuan.

"Soal kekerasan ada di urutan temuan keempat dengan jumlah 13, dan terakhir soal sengketa pencalonan yang jumlahnya sengketa pencalonan dengan total temuan 12," tukasnya. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Ombudsman RI Pelototi Tata Kelola Haji

Kamis, 23 April 2026 | 10:15

Kemlu Protes Spanduk "Rising Lion" Israel di RS Indonesia Gaza

Kamis, 23 April 2026 | 10:06

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp17.274 per Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 09:21

Kisah Epik Sang ‘King of Pop’: Film Biopik Michael Resmi Menggebrak Bioskop Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:18

Ketua KONI Ponorogo Sugiri Heru Sangoko Dicecar KPK Soal Pemberian Fee ke Sudewo

Kamis, 23 April 2026 | 09:15

MUI Minta Jemaah Haji Doakan Pemimpin Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:14

Bursa Asia Menguat: Nikkei Cetak Rekor

Kamis, 23 April 2026 | 09:07

Harga Minyak Kembali Tembus 100 Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 08:58

Wall Street Perkasa Berkat Donald Trump

Kamis, 23 April 2026 | 07:41

Pentagon Pecat Petinggi Angkatan Laut John Phelan di Tengah Gencatan Senjata

Kamis, 23 April 2026 | 07:25

Selengkapnya