Berita

Khofifah Indar Parawansa/net

PKH 2016 Sasar Orang Cacat Dan Lansia

KAMIS, 10 DESEMBER 2015 | 02:24 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa mengatakan, upaya pemutusan mata rantai kemiskinan di Indonesia diperlukan program integratif yang didukung kesahihan data atau validitas.

"Untuk mendapatkan data valid diperlukan program integratif, salah satunya melalui Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial (SIKS)," ujar Mensos saat menutup Bimtek Peningkatan Kapasitas SDM Daerah di Bidang SIKS di Hotel Aston Marina Anco, Jakarta, Rabu (9/12).

Selain validitas data, kata Mensos, warga dari 8 persen status ekonomi terendah mendapatkan intervensi program, misalnya, warga yang memiliki rumah tidak layak huni (rutilahu) menjadi rumah tinggal layak huni.


"Untuk penguatan ekonomi warga diberikan bantuan dalam kelompok 10 orang melalui Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dan bagi perorangan Uaha Ekonomi Produktif (UEP)," katanya.

Warga yang telah mendapatkan intervensi program penguatan ekonomi, yaitu KUBE dan UEP dalam tahun kelima harus bisa diwisuda. Sehingga, bersiap menjadi keluarga sejahtera dan mandiri.

Melalui Program Keluarga Harapan (PKH), sebagai realiasasi pemutusan mata rantai kemiskinan dengan intervensi terhadap ibu hamil dapat Rp 1 juta, anak SD Rp 450 ribu, SMP Rp 750 dan SMA Rp 1 juta.

"Semuanya diberikan setahun sekali, tapi ada juga yang pencairannya empat kali," terangnya.

Anak usia sekolah 6-21 tahun dengan Kartu Indonesia Pintar (KIP), untuk memastikan kesehatan diberikan Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan penguatan keluarga dengan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

"Bagi warga 8 status ekonomi terendah diperbolehkan mendapatkan double program, artinya dalam satu keluarga bisa mendapatkan beberapa intervensi," ucapnya.

Tahun depan, 8 persen warga dengan status ekonomi terendah itu diperluas dengan menyasar 163 ribu terhadap Orang Dengan Kecacatan Berat (ODKB).

"PKH, juga menyasar lanjut usia (Lansia) yang berusia di atas 70," tukas Mensos. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

UPDATE

Fakta Sidang Blueray Cargo: Kode BC1 Mengarah ke Djaka Budi Utama

Senin, 15 Juni 2026 | 18:15

Anak Buah Bahlil Irit Bicara Usai 7 Jam Diperiksa KPK

Senin, 15 Juni 2026 | 18:08

KPU Patok Anggaran Rp4,6 Triliun di Tahapan Awal Pemilu 2029

Senin, 15 Juni 2026 | 17:59

IHSG-Rupiah Menguat Sore Ini Usai AS-Iran Sepakat Damai

Senin, 15 Juni 2026 | 17:47

Demo Mahasiswa Ucapkan Selamat Atas Kegagalan Prabowo-Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 17:46

Wapres Gibran Terima Perwakilan Mahasiswa di Tengah Unjuk Rasa

Senin, 15 Juni 2026 | 17:23

Sifra Kejar Cita-cita di Sekolah Rakyat Demi Bantu Orang Tua Disabilitas

Senin, 15 Juni 2026 | 17:19

Demi Kepercayaan Masyarakat, Mahasiswa UBK Desak MBG Dihentikan

Senin, 15 Juni 2026 | 17:06

Komisi II DPR: KPU dan Bawaslu akan Tetap Eksis di 2027

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

DPR Minta Kejagung Tingkatkan Anggaran Perkara untuk Kejati dan Kejari

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

Selengkapnya