Berita

Sadam Husen Falahuddin

Politik

PILKADA SERENTAK 2015

Pilkada Jangan Curang Dan Pasangan Terpilih Harus Tetap Dikawal

RABU, 09 DESEMBER 2015 | 05:15 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pesta demokrasi di tingkat daerah akan digelar hari ini, Rabu (9/12). Sejumlah daerah sibuk mempersiapkan pesta demokrasi rakyat yang akan menentukan pemimpin untuk lima tahun mendatang.

Setidaknya ada 269 daerah yang akan mengikuti Pilkada serentak 2015, yang terdiri dari 9 provinsi, 224 kabupaten dan 36 kota. Hal ini tentu harus dikawal dengan baik, agar tidak ada kecurangan, money politics dan lain sebagainya yang dianggap sebagai pelanggaran.

"Tugas kita mengawal dan memastikan proses pemilihan dengan baik, bahkan pasca Pilkada pun, kepala daerah terpilih harus diawasi agar tidak terjadi korupsi dan tetap memihak kepada rakyat," kata Ketua Umum Pengurus Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PD KAMMI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Sadam Husen Falahuddin kepada redaksi sesaat lalu.


Diketahui, anggaran yang dihabiskan pada Pilkada serentak gelombang ini cukup besar, setidaknya negara harus mengeluarkan biaya Rp 5,458 triliun. Sangat disayangkan jika biaya tersebut hanya melahirkan pemimpin yang tidak berkualitas, apalagi korupsi. Di Tengsel Provinsi Banten sendiri menghabiskan biaya Pilkada 2015 sekitar Rp 60,95 miliar dengan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) 914.312 orang.

"Jangan sampai kita memilih pemimpin yang hanya mementingkan golongannya saja dan menyampingkan kepentingan publik," ujar Sadam.
    
Ia menambahkan, tidak bisa dinafikan pada setiap Pilkada, banyak permainan dan intrik-intrik yang memanfaatkan momentumnya saja, tidak menutup kemungkinan pada setiap pasangan calon terdapat pengusaha-pengusaha yang menjadi pemodal.

"Tidak ada makan siang gratis. Oleh karena itu KAMMI Kota Tangsel mengajak pemilih melek politik dan memilih pemimpin yang memiliki integritas baik dan teruji kepemimpinannya. Pilkada hanya bagian dari partisipasi politik secara konvensional saja, secara substantif perlu pengawalan yang ketat oleh kalangan civil society pasca Pilkada tersebut," demikian Sadam. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

UPDATE

Fakta Sidang Blueray Cargo: Kode BC1 Mengarah ke Djaka Budi Utama

Senin, 15 Juni 2026 | 18:15

Anak Buah Bahlil Irit Bicara Usai 7 Jam Diperiksa KPK

Senin, 15 Juni 2026 | 18:08

KPU Patok Anggaran Rp4,6 Triliun di Tahapan Awal Pemilu 2029

Senin, 15 Juni 2026 | 17:59

IHSG-Rupiah Menguat Sore Ini Usai AS-Iran Sepakat Damai

Senin, 15 Juni 2026 | 17:47

Demo Mahasiswa Ucapkan Selamat Atas Kegagalan Prabowo-Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 17:46

Wapres Gibran Terima Perwakilan Mahasiswa di Tengah Unjuk Rasa

Senin, 15 Juni 2026 | 17:23

Sifra Kejar Cita-cita di Sekolah Rakyat Demi Bantu Orang Tua Disabilitas

Senin, 15 Juni 2026 | 17:19

Demi Kepercayaan Masyarakat, Mahasiswa UBK Desak MBG Dihentikan

Senin, 15 Juni 2026 | 17:06

Komisi II DPR: KPU dan Bawaslu akan Tetap Eksis di 2027

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

DPR Minta Kejagung Tingkatkan Anggaran Perkara untuk Kejati dan Kejari

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

Selengkapnya