Berita

jusuf kalla/net

Politik

PILKADA SERENTAK 2015

JK: Pemantau Asing Di Pilkada Bukti Demokrasi Indonesia Berjalan Baik

RABU, 09 DESEMBER 2015 | 02:16 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai kehadiran observer alias pemantau dari luar negeri dalam kegiatan Electon Visit Program (EVP) of Regional Election 2015 yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjadi bukti bahwa proses demokrasi di Indonesia berjalan dengan baik.

"Terima kasih atas kehadiran para observer, Indonesia perlu anda semua untuk melihatnya sebagai judgement, sebagai bukti bahwa demokrasi Indonesia berjalan dengan baik, transparan dan terbuka," tutur JK seperti dilansir dari kpu.go.id.

Ia mengatakan, pemilihan yang berlangsung di Indonesia berjalan dengan baik. Meskipun ada beberapa riak persoalan, secara umum pelaksanaan pemilihan di Indonesia berjalan dengan aman, tertib, sekaligus transparan dan terbuka.


"Pengalaman selama pemilihan umum, kita bersyukur tidak menimbulkan gejolak yang berlebihan. In Indonesia no fatal problem. Sometimes there's a broken windows of KPU office, but it's ok. Saya harap momen ini menjadi bagian yang baik bahwa demokrasi di Indonesia dapat dijaga dengan baik tanpa konflik," harap Wapres.

JK menjelaskan, sebelum ada kebijakan untuk membuat efisien pelaksanaan Pilkada, penyelenggaraan pemilihan di daerah bisa berlangsung dua kali dalam satu minggu.

"Awalnya setiap minggu ada dua pemilu di kabupaten-kabupaten/kota. Jadi awalnya pemilihan di 269 daerah dilaksanakan dalam 269 hari. Bayangkan betapa beratnya tugas KPU mengontrol jalannya pemilihan di daerah, sehingga ini perlu diefisiensikan," lanjutnya.

Dengan adanya kebijakan penyerentakkan pelaksanaan Pilkada, JK berpandangan hal itu bisa membuat proses Pilkada lebih efisien.

"Nah dalam rangka efisiensi dan mengatur agar penyelenggaraanya lebih baik, maka pemilihan di daerah hanya dilaksanakan dua kali dalam 5 tahun. Ini yang kita sebut pada besok hari sebagai Pilkada serentak, ada 269 pemilihan dilaksanakan dalam satu hari," demikian JK.

EVP of Regional Election 2015 oleh KPU diikuti oleh lembaga penyelenggara pemilu negara tetangga, Kedubes dari 25 negara sahabat, LSM pemerhati pemilu nasional dan internasional, akademisi perguruan tinggi di Indonesia, serta kementerian/lembaga negara terkait. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

UPDATE

Fakta Sidang Blueray Cargo: Kode BC1 Mengarah ke Djaka Budi Utama

Senin, 15 Juni 2026 | 18:15

Anak Buah Bahlil Irit Bicara Usai 7 Jam Diperiksa KPK

Senin, 15 Juni 2026 | 18:08

KPU Patok Anggaran Rp4,6 Triliun di Tahapan Awal Pemilu 2029

Senin, 15 Juni 2026 | 17:59

IHSG-Rupiah Menguat Sore Ini Usai AS-Iran Sepakat Damai

Senin, 15 Juni 2026 | 17:47

Demo Mahasiswa Ucapkan Selamat Atas Kegagalan Prabowo-Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 17:46

Wapres Gibran Terima Perwakilan Mahasiswa di Tengah Unjuk Rasa

Senin, 15 Juni 2026 | 17:23

Sifra Kejar Cita-cita di Sekolah Rakyat Demi Bantu Orang Tua Disabilitas

Senin, 15 Juni 2026 | 17:19

Demi Kepercayaan Masyarakat, Mahasiswa UBK Desak MBG Dihentikan

Senin, 15 Juni 2026 | 17:06

Komisi II DPR: KPU dan Bawaslu akan Tetap Eksis di 2027

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

DPR Minta Kejagung Tingkatkan Anggaran Perkara untuk Kejati dan Kejari

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

Selengkapnya