Rachmawati Soekarnoputri/net
Rachmawati Soekarnoputri/net
"Bagaimana tidak, ada Pasal 132 ayat 1 UU No. 17/2014 mengatur tata cara sidang MKD (Mahkamah Kehormatan Dewan-DPR) bersifat tertutup, tapi atas nama "desakan publik" bisa melanggar UU, jadi untuk apa ada UU jika untuk dilanggar?" sebut politisi senior ini kepada redaksi, Selasa (8/12).
"Ada KUHAP tapi atas tekanan penguasa maka bisa dilanggar Pasal 77 pada waktu kasus Budi Gunawan. Ada konstitusi negara 1945 yang sah, tapi atas kemauan pihak asing bisa dilanggar dengan amandemen ilegal sesuai grand design pihak asing," ujar Mbak Rachma, sapaan akrabnya, menambahkan.
Populer
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Sabtu, 18 April 2026 | 02:00
Jumat, 17 April 2026 | 17:46
Senin, 13 April 2026 | 14:18
Kamis, 16 April 2026 | 00:32
Kamis, 16 April 2026 | 18:10
Senin, 20 April 2026 | 12:50
UPDATE
Kamis, 23 April 2026 | 20:16
Kamis, 23 April 2026 | 20:10
Kamis, 23 April 2026 | 20:04
Kamis, 23 April 2026 | 19:43
Kamis, 23 April 2026 | 19:26
Kamis, 23 April 2026 | 19:17
Kamis, 23 April 2026 | 19:15
Kamis, 23 April 2026 | 19:02
Kamis, 23 April 2026 | 18:56
Kamis, 23 April 2026 | 18:41