Berita

Rachmawati Soekarnoputri/net

Politik

Putri Soekarno: Republik Ini Semakin Anomali!

SELASA, 08 DESEMBER 2015 | 23:39 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Tokoh nasional Rachmawati Soekarnoputri mengatakan selain menyandang predikat republik garong, republik ini sudah semakin anomali.

"Bagaimana tidak, ada Pasal 132 ayat 1 UU No. 17/2014 mengatur tata cara sidang MKD (Mahkamah Kehormatan Dewan-DPR) bersifat tertutup, tapi atas nama "desakan publik" bisa melanggar UU, jadi untuk apa ada UU jika untuk dilanggar?" sebut politisi senior ini kepada redaksi, Selasa (8/12).

"Ada KUHAP tapi atas tekanan penguasa maka bisa dilanggar Pasal 77 pada waktu kasus Budi Gunawan. Ada konstitusi negara 1945 yang sah, tapi atas kemauan pihak asing bisa dilanggar dengan amandemen ilegal sesuai grand design pihak asing," ujar Mbak Rachma, sapaan akrabnya, menambahkan.


Menurut pendiri Yayasan Pendidikan Soekarno ini, republik ini sudah coreng moreng sangat mengerikan, tanpa martabat lagi. Pada gilirannya, sambung Mbak Rachma mengutip Bung Karno, bangsa ini hanya akan menjadi eine koelies onder de natsie, atau hanya akan menjadi bangsa kuli di antara bangsa-bangsa kuli.

"Bagaimana Jokowi nenanggapi kasus Setya Novanto hanya soal kulitnya tapi bukan masalah substansi yang lebih besar. Ada UU Pemilu, dilanggar juga yaitu Freeport dan penggelontoran uang ke Jokowi, institusi Polri dikerahkan untuk dukung Jokowi. Apakah ini bukan permufakatan jahat? Oleh sebab itu usut tuntas, jangan hanya Setya Novanto. Jangan jadi pengkhianat bangsa!" demikian Mbak Rachma, yang juga putri Presiden Soekarno ini. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya