Berita

ahok

Ahok Tetap Diundang KPK, Tapi Bukan Sebagai Pembicara

SELASA, 08 DESEMBER 2015 | 21:03 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama mengatakan dirinya secara tiba-tiba dibatalkan pimpinan KPK untuk menghadiri acara Festival Anti Korupsi yang akan diselenggarakan pada tanggal 10-11 Desember di Bandung, Jawa Barat.

Namun Plt Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Indriyanto Seno Adji menampik tudingan Ahok, panggilannya.

"Gubernur DKI, Basuki Tjahja, tetap diundang sebagai kapasitas Gubernur," kata Indriyanto ketika dikonfirmasi, Selasa (8/12).


Bahkan, ia mengatakan Ahok akan menerima penghargaan mengenai gratifikasi. "Rencana akan menerima penghargaan terkait gratifikasi," lanjutnya.

Oleh sebab itu, Indriyanto menilai ada kesalahpahaman antara Ahok dengan KPK. Ahok awalnya diagendakan akan mengisi acara sebagai narasumber. Tetapi hal tersebut diganti lantaran Ahok sudah mewakili DKI Jakara sebagai penerima pengharaan.

"Jadi ada miskomunikasi. Sebagai narasumber pembiacara yang tidak jadi karena beliau sudah akan mewakili Pemprov DKI bagi penerimaan penghargaan tersebut," terangnya.

Oleh sebab itu, ia berharap Ahok akan tetap hadir untuk melengkapi acara tersebut. "Beliau tetap diharapkan kehadirannya," demikian Indriyanto

Sebelumnya, Ahok mengatakan kehadirannya dibatalkan pimpinan KPK untuk menghadiri peringatan Hari Anti Korupsi di Bandung. "Tiba-tiba mereka (KPK) email ke saya kalau acara yang di Bandung untuk memperingati Hari Anti Korupsi Dunia dibatalin oleh permintaan pimpinan KPK," ujarnya.

Tak hanya curhat kepada media, Ahok juga mengklaim undangan yang dikirim oleh salah satu pimpinan KPK tersebut juga tidak resmi karena dikirim melalui surat elektronik.

Sayangnya, Ahok enggan menyebutkan siapa nama pimpinan KPK yang mengirim pesan elektronik kepadanya dengan alasan tidak tahu.  "Pimpinan yang mana saya nggak tahu siapa enggak jelas. Ini juga nggak resmi suratnya, cuma diemail," katanya. [zul]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya