Berita

30 Ribu Buruh Akan Duduki KPK Kalau Novanto Hingga Luhut Tak Diperiksa

SELASA, 08 DESEMBER 2015 | 18:10 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Kalangan buruh mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi untuk mengusut kasus pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden untuk meminta saham Freeport.

Karena itu KPK harus memeriksa Ketua DPR Setya Novanto, pengusaha M. Riza Chalid, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoedin, termasuk Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan, yang namanya banyak disebut dalam rekaman pembicaraan tersebut.

"Kami sampaikan KPK proaktif memeriksa dan memanggil mereka yang kita kenal dalam Freeportgate. KPK bisa panggil SN, MS, RC dan LBP dan tidak menutup kemungkinan SS (Sudirman Said) pun dimintaa keterangan yang katanya sudah memberikan berkas," ujar Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, di gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan Jakarta (Selasa, 8/12).


Kalangan buruh mengancam akan mendatangkan massa buruh yang lebih banyak kalau KPK tak mengindahkan tuntutan tersebut.

"30 ribu massa pada 10 Desember duduk di KPK seperti sebelumnya, mogok massal," tegas Said.

Said menegaskan kesejahteraan buruh baru akan tercapai apabila para koruptor segera dimusnahkan. "Korupsi diberantas buruh bisa sejahtera. Sebab kalau korupsi diberantas, maka anggaran bisa untuk sekolah, kesehatan dan lainnya," terangnya.

Demonstran yang tergabung dalam KSPI ini melakukan aksi demo di depan gedung lembaga antirasuah. Selain mengusut kasus papa minta saham, mereka juga mendesak KPK memeriksa Menteri BUMN Rini Soemarno dan Dirut Pelindo II RJ Lino dalam kasus PelindoI I-gate.

Dalam kesempatan yang sama, Plh Humas KPK, Yuyuk Andriati menyambut itikad baik tersebut. Pihaknya akan menindak lanjuti laporan itu. "Berkasnya saya terima sekarang. Saya mewakili KPK saya sudah terima dan selanjutkan akan ditindaklanjuti," demikian Yuyuk. [zul]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya