Berita

Johan Budi Sapto Pribowo:net

Wawancara

WAWANCARA

Johan Budi Sapto Pribowo: Saya Mengalir Saja, Mau Dipilih Silakan, Nggak Dipilih Juga Nggak Apa-Apa

SENIN, 07 DESEMBER 2015 | 09:10 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Johan bersama delapan calon Pimpinan KPK lainnya telah mengikuti tes makalah di Komisi III DPR pada Ju­mat (04/12). Meski banyak kalangan memprediksi kecil harapan bagi Plt Pimpinan KPK lolos dari fit and proper test nanti, Johan Budi tetap semangat mengikuti proses seleksi. Berikut pernyataan Johan menanggapi prediksi miring tentang dirinya;

Kabarnya sebagian besar Komisi III nggak srek dengan capim pilihan Pansel KPK kali ini, khususnya Anda. Tapi Anda masih tetap semangat mengikuti seleksi ini?
Saya sih mengalir saja ya. Mau dipilih silakan, nggak dipilih juga nggak apa-apa. Tapi kan mekan­ismenya sudah saya ikuti sejak awal, sekarang pada tahapan tes makalah kan ya saya ikutin.

Tes makalah di Komisi III tadi bentuknya seperti apa?

Tes makalah di Komisi III tadi bentuknya seperti apa?
Jadi di makalah itu dipandu oleh delapan pertanyaan. Mengenai penyelamatan aset.

Apa yang ada uraikan da­lam makalah itu?
Tadi saya menyampaikan bahwa pemberantasan korupsi ini harus punya tujuan, selain menimbulkan deteren effect juga harus bisa memberikan penyelamatan keuangan negara sebesar-besarnya. Itu di bidang penindakan.

Di bidang pencegahannya, harus membentuk birokrasi dengan sistem tata kelola pe­merintahan yang baik. Sehingga korupsi bisa dicegah. Jadi pen­indakan dan pencegahan harus dilakukan secara simultan, sin­ergi, kemudian dengan kecepa­tan yang sama.

Masing-masing itu harusnya tidak boleh hanya mengeda­pankan penindakan, tidak boleh juga mengedepankan pencegahan saja. Jadi menurut saya pencegahan dan penindakan harus dilakukan secara simultan den­gan kecepatan yang sama. Tentu juga harus ada sinergi antara pencegahan dan penindakan. Jangan pencegahannya ke mana, penindakannya ke mana.

Memangnya selama ini be­lum simultan ya?
Selama ini, menurut saya perlu lebih disinergikan lagi.

Bagaimana dengan sinergi KPK dengan Kepolisian dan Kejaksaan?
Ya, itu termasuk ditanyakan juga. Yang saya sampaikan harus bersinergi. Karena sebuah keniscayaan KPK membutuh­kan Polri, KPK membutuhkan Kejaksaan.

Banyak kalangan mem­prediksi Anda akan dijegal habis-habisan. Jurus apa yang akan anda pakai untuk me­nangkal itu?
Hehehe.. Itu tadi yang aku bilang. Persiapannya itu tidur yang cukup, sama berdoa sama Allah SWTagar diberikan jalan yang terbaik buat saya menurut Allah SWT. Itu aja.

Anda juga dipersoalkan karena bukan berlatar bela­kang Sarjana Hukum?
Ya itu kewenangannya DPR lah. Silakan aja.

Apa yang membuat Anda betah di KPK?
Saya lama di KPK itu kan posisinya bukan di posisi komi­sioner. Setelah saya lama di KPK juga, semakin saya banyak tahu bahwa di KPK itu banyak yang perlu diperbaiki.

Cuma itu?
Di sisi lain waktu awal-awal kan tidak ada yang daftar waktu itu. Nah menurut saya ini harus ada yang ikut, gitu. Makanya saya ikut. Itu aja saya kan merasa saya sudah lama di KPK lah ya. Sehingga, sepertinya belum selesai lah ini.

Jika terpilih menjadi komi­sioner nanti apa yang ingin Anda perbaiki?
Ya begini. Terutama capacity building di KPK. Karena modus operandi korupsi kan semakin canggih. Jadi capacity build­ing-nya ditingkatkan, sumber daya manusianya. Kemudian in­frastruktur di KPK-nya. Itu yang perlu ditingkatkan di KPK.

Sebelumnya ada salah satu capim KPK yang diloloskan Pansel menyebut akan melu­pakan kasus-kasus lama. Dia ingin fokus dengan kasus yang terjadi hari ini. Anda setuju?
Wah kamu ini, jangan deh. Kayak Pansel ini. Nanti aja di fit and proper kalau ditanya, saya mau jawab.

Bagaimana dengan upaya pelemahan KPK yang masif belakangan ini. Ada trik agar KPK bisa tetap tangguh?
Ya gini aja, yang penting KPK harus sesuai dengan track-nya, on the track. Sehingga publik mendukung.

Kalau bener publik pasti men­dukung. Nah sepanjang publik mendukung, serangan pelema­han seperti apa pun dari pihak luar, itu tidak akan mampu untuk membubarkan KPK. Jadi poin­nya, KPK ini harus bener, harus on the track.

Sejauh ini, apa sudah ada komunikasi-komunikasi in­formal, alias lobi-lobi dengan anggota Komisi III?
Saya nggak menggunakan jalur lobi-lobi. Tidak melakukan komunikasi dengan anggota Komisi III, yang saya lakukan adalah mengalir saja. Kalau mau dipilih silakan, kalau nggak silakan.

Atau mungkin Anda yang dilobi?
Nggak ada, nggak mungkin, kan kemarin saya juga dikuli­tin, padahal ada empat calon yang nggak sarjana hukum, hehehe.. ***

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya