Setelah beberapa waktu belakangan ini menjadi bulan-bulanan dalam kasus #PapaMintaSaham, hari ini Ketua DPR RI Setya Novanto berjanji akan datang memenuhi panggilan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).
Merujuk pada hasil pemeriksaan dua saksi sebelumnya, Menteri ESDM Sudirman Said, dan Presdir Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin, maka ada tiga fokus utama dalam pemeriksaan dugaan pelanggaran etika yang dilakukan Setya Novanto.
Pertama adalah soal pencatutan nama Presiden Joko Widodo. Kedua soal permintaan saham Freeport Indonesia. Terakhir, permintaan saham PLTA di Urumka yang akan menjadi proyek strategis bila kontrak karya Freeport Indonesia diperpanjang pada 2021.
Di luar ketiga hal itu, pertemuan Setya Novanto dan pengusaha M. Riza Chalid dengan Presdir Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin dinilai banyak kalangan dan masyarakat luas sebagai pelanggaran etika. Karena bagaimanapun juga tidak pantas dan tidak patut seorang pimpinan lembaga tinggi negara yang mengurusi urusan legislasi mengadakan pertemuan dan berbicara soal bisnis dengan sangat intens.
Di sisi lain, Wakil Presiden Jusuf Kalla beberapa saat lalu mengatakan bahwa kasus yang sedang menyita perhatian publik ini adalah fenomena puncak gunung es.
Pernyataan JK ini mengikuti pernyataan yang disampaikan Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli sebelumnya bahwa kekisruhan ini adalah perang terbuka antara dua
gang atau mafia migas yang ingin menguasai kekayaan alam Indonesia di Papua.
Publik yang menginginkan kasus ini benar-benar terbuka apa adanya sehingga fenomena di bawah permukaan gunung es, atau anatomi pertarungan antara mafia migas, dapat terbuka dan terlucuti secara utuh patut menyambut gembira kesediaan Setya Novanto untuk hadir memenuhi panggilan MKD.
"Apakah Setya Novanto akan membongkar, bahwa pertemuaannya dengan Presdir Freeport merupakan hasil dari pembicaraan sebelumnya dengan Presiden?" tanya aktivis Partai Gerindra Iwan Sumule.
"Karena Setya Novanto pada awalnya menyatakan bahwa apa yang disampaikannya dalam pertemuan dengan Presdir Freeport adalah apa yang sebelumnya telah disampaikan oleh Presiden," sambungnya.
"Dan jika mendengar pernyataan Setya Novanto tersebut, dapat diduga bahwa Setya Novanto sebelum bertemu Presdir Freeport, telah bertemu dengan Presiden membicarakan persoalan Freeport. Iya gak sih?" tanya Iwan Sumule lagi.
[dem]