Berita

setya novanto/net

KISRUH FREEPORT

Menunggu Kejutan Dari Setya Novanto

Siapa Sebetulnya Yang Jadi Mafia Migas
SENIN, 07 DESEMBER 2015 | 09:28 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Setelah beberapa waktu belakangan ini menjadi bulan-bulanan dalam kasus #PapaMintaSaham, hari ini Ketua DPR RI Setya Novanto berjanji   akan datang memenuhi panggilan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).

Merujuk pada hasil pemeriksaan dua saksi sebelumnya, Menteri ESDM Sudirman Said, dan Presdir Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin, maka ada tiga fokus utama dalam pemeriksaan dugaan pelanggaran etika yang dilakukan Setya Novanto.

Pertama adalah soal pencatutan nama Presiden Joko Widodo. Kedua soal permintaan saham Freeport Indonesia. Terakhir, permintaan saham PLTA di Urumka yang akan menjadi proyek strategis bila kontrak karya Freeport Indonesia diperpanjang pada 2021.


Di luar ketiga hal itu, pertemuan Setya Novanto dan pengusaha M. Riza Chalid dengan Presdir Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin dinilai banyak kalangan dan masyarakat luas sebagai pelanggaran etika. Karena bagaimanapun juga tidak pantas dan tidak patut seorang pimpinan lembaga tinggi negara yang mengurusi urusan legislasi mengadakan pertemuan dan berbicara soal bisnis dengan sangat intens.

Di sisi lain, Wakil Presiden Jusuf Kalla beberapa saat lalu mengatakan bahwa kasus yang sedang menyita perhatian publik ini adalah fenomena puncak gunung es.

Pernyataan JK ini mengikuti pernyataan yang disampaikan Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli sebelumnya bahwa kekisruhan ini adalah perang terbuka antara dua gang atau mafia migas yang ingin menguasai kekayaan alam Indonesia di Papua.

Publik yang menginginkan kasus ini benar-benar terbuka apa adanya sehingga fenomena di bawah permukaan gunung es, atau anatomi pertarungan antara mafia migas, dapat terbuka dan terlucuti secara utuh patut menyambut gembira kesediaan Setya Novanto untuk hadir memenuhi panggilan MKD.

"Apakah Setya Novanto akan membongkar, bahwa pertemuaannya dengan Presdir Freeport merupakan hasil dari pembicaraan sebelumnya dengan Presiden?" tanya aktivis Partai Gerindra Iwan Sumule.

"Karena Setya Novanto pada awalnya menyatakan bahwa apa yang disampaikannya dalam pertemuan dengan Presdir Freeport adalah apa yang sebelumnya telah disampaikan oleh Presiden," sambungnya.

"Dan jika mendengar pernyataan Setya Novanto tersebut, dapat diduga bahwa Setya Novanto sebelum bertemu Presdir Freeport, telah bertemu dengan Presiden membicarakan persoalan Freeport. Iya gak sih?" tanya Iwan Sumule lagi. [dem]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya