Berita

Giwo Rubiantoro Wiyogo/net

Pendidikan Politik Penting Untuk Pemberdayaan Perempuan

JUMAT, 04 DESEMBER 2015 | 09:53 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubiantoro Wiyogo meminta Pemerintah dan pihak terkait memperhatikan pendidikan politik untuk meningkatkan peran dalam rangka pemberdayaan perempuan.

"Perempuan turut berjuang dalam merebut kemerdekaan. Selain itu, kaum hawa juga harus meningkatkan peranan dalam mengisi pembangunan. Ini perlu dioptimalkan melalui pendidikan politik," ujar Giwo dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (4/12).

Menurutnya, kesetaraan gender dalam keluarga perlu ditradisikan. Dia mencontohkan pengambilan keputusan seperti investasi, membeli barang berharga cenderung dilakukan suami.


"Pembagian tugas dalam keluarga, istri lebih pada pekerjaan domestik, dan suami pada tugas publik. Dalam menentukan sikap politik terhadap partai tertentu, para istri mengikuti suami. Kebiasaan makan dalam keluarga mendahulukan bapak atau suami dan anak laki-laki, juga harus diubah," ucap Giwo.

Jelas dia, fakta di masyarakat menunjukkan kini masih ada ketidakadilan terhadap perempuan, dan anggapan bahwa perempuan masih serba tertinggal dan terbelakang, tidak berdaya, subordinatif, sehingga menghambat pembangunan. "Perempuan perlu diberdayakan. Karena itu, realisasikan program pemberdayaan perempuan. Perempuan memiliki akses dalam pembangunan," ujarnya.

Giwo juga mengingatkan bahwa di publik masih berkembang sikap dan tindakan diskriminatif terhadap perempuan. Yakni, mendiskreditkan perempuan sebagai jenis kelamin yang lebih rendah dibandingkan laki-laki, sehingga telah mengakibatkan kaum perempuan harus mengalami hambatan perkembangan dalam berbagai bidang, bahkan terancam kehidupannya.

Giwo pun menyebutkan strategi nasional program pemberdayaan perempuan. Pertama, pembangunan nasional berperspektif gender dan peduli anak. Kedua, pengembangan kemitrasejajaran yang harmonis antara perempuan dan laki-laki. Ketiga, pengembangan kemitraan dan jaringan kerja. Keempat, pengembangan indikator. Kelima, pengembangan sistem penghargaan. Keenam, perluasan pendidikan bagi anak perempuan. Ketujuh, pengembangan sistem informasi manajemen.

Disisi lain Giwo menambahkan, dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN atau MEA, pihaknya telah melakukan banyak hal. Seperti menggelar Kowani Fair selama 15 tahun berturut-turut. Kowani Fair terakhir 2015, mengangkat tema 'Memperkuat Kemandirian Ekonomi Perempuan dalam Memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN' dengan mengadakan pameran produk-produk unggulan dalam negeri hasil karya perempuan Indonesia.

"Kowani terus mendorong pemerintah agar mengedepankan moto 'women as economic drivers' atau perempuan sebagai pengendali ekonomi nasional. Sebab, fakta menunjukkan 60 persen pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) saat ini adalah perempuan. Dan UMKM membuka lapangan kerja sekitar 90 persen bagi warga negara Indonesia," demikian Giwo. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

UPDATE

Fakta Sidang Blueray Cargo: Kode BC1 Mengarah ke Djaka Budi Utama

Senin, 15 Juni 2026 | 18:15

Anak Buah Bahlil Irit Bicara Usai 7 Jam Diperiksa KPK

Senin, 15 Juni 2026 | 18:08

KPU Patok Anggaran Rp4,6 Triliun di Tahapan Awal Pemilu 2029

Senin, 15 Juni 2026 | 17:59

IHSG-Rupiah Menguat Sore Ini Usai AS-Iran Sepakat Damai

Senin, 15 Juni 2026 | 17:47

Demo Mahasiswa Ucapkan Selamat Atas Kegagalan Prabowo-Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 17:46

Wapres Gibran Terima Perwakilan Mahasiswa di Tengah Unjuk Rasa

Senin, 15 Juni 2026 | 17:23

Sifra Kejar Cita-cita di Sekolah Rakyat Demi Bantu Orang Tua Disabilitas

Senin, 15 Juni 2026 | 17:19

Demi Kepercayaan Masyarakat, Mahasiswa UBK Desak MBG Dihentikan

Senin, 15 Juni 2026 | 17:06

Komisi II DPR: KPU dan Bawaslu akan Tetap Eksis di 2027

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

DPR Minta Kejagung Tingkatkan Anggaran Perkara untuk Kejati dan Kejari

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

Selengkapnya