Berita

jusuf kalla/net

Wapres JK Miris Mendengar Rekaman "Papa Minta Saham"

KAMIS, 03 DESEMBER 2015 | 10:38 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ketua MPR Zukifli Hasan dan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menghadiri Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi (KNPK) Tahun 2015 di Gedung Nusantara V, Komplek MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta (3/12).

Konferensi aktikorupsi ini juga dihadiri pimpinan lembaga negara dan sekitar 300 peserta masyarakat dari LSM dan kalangan swasta.

Dalam sambutannya, Wapres JK mengungkapkan bahwa upaya pemberantasan korupsi harus dilakukan secara serius, massif dan tegas. Semua harus waspada pada upaya-upaya jahat yang merugikan keuangan negara.


Ia mengaku sangat miris dengan semakin beraninya pelaku korupsi melakukan kejahatan korupsinya seperti tidak kenal takut dengan semakin ganasnya KPK menangkap dan memenjarakan semua pelaku korupsi dari berbagai kalangan mulai dari menteri, anggota dewan, kepala-kepala daerah sampai ketua umum partai dan elit partai.

"Seperti contoh semalam, kita semua melihat persidangan di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Saya miris mendengar rekaman itu. Mereka semua sekelompok orang berupaya melakukan kegiatan untuk merugikan negara, sangat tragis buat bangsa ini," ujarnya.

JK melihat bahwa itu semua adalah fenomena gunung es. Yang terlihat dan diketahui rakyat di MKD sudah sangat tragis bagaimana yang masih tersembunyi dan belum diketahui rakyat.

"Itulah mengapa upaya-upaya keras dan tegas pemberantasan korupsi harus serius dilakukan," tegasnya.

Rakyat, lanjut JK, jangan lagi ada permisifisme terhadap pelaku korupsi yang dilakukan pejabat. Sebab mereka melakukan korupsi bukan alasan mencari makan, mereka melakukan korupsi karena serakah.

"Kami, Presiden dan Wapres RI sangat mendukung semua upaya pemberantasan korupsi dan memang menjadi niat juang kami," tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua MPR Zulkifli Hasan dan pimpinan KPK mendampingi Wapres JK membuka konferensi secara resmi dengan pemukulan gong. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

UPDATE

Fakta Sidang Blueray Cargo: Kode BC1 Mengarah ke Djaka Budi Utama

Senin, 15 Juni 2026 | 18:15

Anak Buah Bahlil Irit Bicara Usai 7 Jam Diperiksa KPK

Senin, 15 Juni 2026 | 18:08

KPU Patok Anggaran Rp4,6 Triliun di Tahapan Awal Pemilu 2029

Senin, 15 Juni 2026 | 17:59

IHSG-Rupiah Menguat Sore Ini Usai AS-Iran Sepakat Damai

Senin, 15 Juni 2026 | 17:47

Demo Mahasiswa Ucapkan Selamat Atas Kegagalan Prabowo-Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 17:46

Wapres Gibran Terima Perwakilan Mahasiswa di Tengah Unjuk Rasa

Senin, 15 Juni 2026 | 17:23

Sifra Kejar Cita-cita di Sekolah Rakyat Demi Bantu Orang Tua Disabilitas

Senin, 15 Juni 2026 | 17:19

Demi Kepercayaan Masyarakat, Mahasiswa UBK Desak MBG Dihentikan

Senin, 15 Juni 2026 | 17:06

Komisi II DPR: KPU dan Bawaslu akan Tetap Eksis di 2027

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

DPR Minta Kejagung Tingkatkan Anggaran Perkara untuk Kejati dan Kejari

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

Selengkapnya