. Ketua MPR Zukifli Hasan dan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menghadiri Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi (KNPK) Tahun 2015 di Gedung Nusantara V, Komplek MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta (3/12).
Konferensi aktikorupsi ini juga dihadiri pimpinan lembaga negara dan sekitar 300 peserta masyarakat dari LSM dan kalangan swasta.
Dalam sambutannya, Wapres JK mengungkapkan bahwa upaya pemberantasan korupsi harus dilakukan secara serius, massif dan tegas. Semua harus waspada pada upaya-upaya jahat yang merugikan keuangan negara.
Ia mengaku sangat miris dengan semakin beraninya pelaku korupsi melakukan kejahatan korupsinya seperti tidak kenal takut dengan semakin ganasnya KPK menangkap dan memenjarakan semua pelaku korupsi dari berbagai kalangan mulai dari menteri, anggota dewan, kepala-kepala daerah sampai ketua umum partai dan elit partai.
"Seperti contoh semalam, kita semua melihat persidangan di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Saya miris mendengar rekaman itu. Mereka semua sekelompok orang berupaya melakukan kegiatan untuk merugikan negara, sangat tragis buat bangsa ini," ujarnya.
JK melihat bahwa itu semua adalah fenomena gunung es. Yang terlihat dan diketahui rakyat di MKD sudah sangat tragis bagaimana yang masih tersembunyi dan belum diketahui rakyat.
"Itulah mengapa upaya-upaya keras dan tegas pemberantasan korupsi harus serius dilakukan," tegasnya.
Rakyat, lanjut JK, jangan lagi ada permisifisme terhadap pelaku korupsi yang dilakukan pejabat. Sebab mereka melakukan korupsi bukan alasan mencari makan, mereka melakukan korupsi karena serakah.
"Kami, Presiden dan Wapres RI sangat mendukung semua upaya pemberantasan korupsi dan memang menjadi niat juang kami," tandasnya.
Dalam kesempatan itu, Ketua MPR Zulkifli Hasan dan pimpinan KPK mendampingi Wapres JK membuka konferensi secara resmi dengan pemukulan gong.
[rus]