Berita

foto: rmolbengkulu

Nusantara

Debat Calon Gubernur Ini Menyeret-nyeret Nama Jokowi

RABU, 02 DESEMBER 2015 | 08:42 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

.  Debat publik pasangan calon gubernur Provinsi Bengkulu yang ketiga oleh KPU Provinsi Bengkulu, berlangsung dengan sengit. Debat berlangsung di Hotel Grage Horizon Kota Bengkulu, Senin lalu (20/11).

Kedua pasangan calon, yaitu Ridwan Mukti-Rohidin dan Sultan B. Najamudin-Mujiono saling menuding sebagai seorang pembohong.

Cagub nonor urut 1 Ridwan Mukti menuding program stabilisasi harga komoditas sawit dan karet yang ditawarkan pasangan nomor urut 2 Sultan-Mujiono tidak bisa diterapkan dan hanya kebohongan belaka.


"Saya masih ingat bahwa Presiden Jokowi saja kebingungan ketika harus menurunkan harga sawit maupun karet, karena harga dua komoditas tersebut tergantung dari mekanisme pasar dunia. Kok, sekelas gubernur mau mengatur harga komoditas pertanian tersebut, itu akal-akalan jelang Pilkada saja," kata Ridwan Mukti yang juga mantan Bupati Musi Rawas ini seperti dikutip dari RMOLBengkulu.Com.

Sementara itu, Sultan balik menuding pasangan Ridwan Mukti-Rohidin yang sering berbohong.

"Saya tidak pernah berbohong, tapi bapaklah yang sering berbohong. Gubernur memiliki kewenangan dalam mengintervensi harga sawit terendah pada suatu daerah, saya pernah melakukannya ketika zaman Gubernur Agusrin M. Najamuddin dulu," ungkapnya.

Sebelumnya, pasangan Ridwan Mukti-Rohidin mempertanyakan program Sultan-Mujiono yaitu penstabilan harga sawit minimal Rp 1.500 di tingkat petani, menurut mereka hal itu mustahil untuk diterapkan di Provinsi Bengkulu. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya