Berita

jokowi/net

Jokowi: Jangan Sampai Pertumbuhan Ekonomi Cuekin Lingkungan

RABU, 02 DESEMBER 2015 | 07:58 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan semua pihak untuk tetap memperhatikan faktor lingkungan dalam setiap upaya menggenjok pertumbuhan ekonomi.

Jokowi menegaskan hal tersebut sebelum kembali ke Tanah Air usai menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Perubahahan Iklim, COP 21 di Paris, Prancis, Selasa (1/12) waktu setempat.

"Jangan sampai pertumbuhan ekonomi tinggi, tapi lingkungan ditinggalkan," kata Jokowi ketika bertemu wartawan sesaat sebelum berangkat menuju Bandara Le Bourget Paris, Perancis, Selasa 1 Desember 2015.


Kepala Negara hadir di Paris, Perancis untuk mengikuti Leaders' Event di COP 21 yang berlangsung Senin, 30 November 2015. Di sela-sela pelaksanaan COP21, Presiden melakukan pertemuan bilateral dengan 13 Kepala Negara/Pemerintahan.

"Dari pembicaraan bilateral akan banyak membantu kita menangani lingkungan, energi baru terbarukan, restorasi lahan gambut, masalah menghutankan kembali, konservasi di hutan lindung," tandas dia.

Dikutip dari laman setkab.go.id, Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Joko Widodo bertolak kembali ke Tanah Air dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1, Selasa 1 Desember 2015 pukul 10.55 waktu setempat.

Turut serta dalam perjalanan ini, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Sofyan Djalil dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki.

Sesuai rencana, Presiden Jokowi beserta rombongan akan transit di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Presiden Jokowi dijadwalkan tiba di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta pada Rabu (2/12) sekitar pukul 11.00 WIB. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya