Berita

Dimas Oky Nugroho/net

Nusantara

Jika Terpilih, Calon Walikota PDIP Ini Janji Perhatikan Guru Honorer

RABU, 02 DESEMBER 2015 | 06:38 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Para guru honorer berkeluh kesah kepada Calon Walikota Depok Dimas Oky Nugroho terkait nasib mereka yang selama ini seakan tidak diakui keberadaannya. Dimas bertemu dengan para guru honorer di Depok dan Laskar Dewaruci di Gedung Samina, Depok, Jawa Barat, Senin lalu (30/11).

Pada kesempatan itu, Dimas mengaku prihatin atas nasib guru honorer yang selama ini kurang mendapat perhatian.

"Nasib guru honorer masih jauh dari kata sejahtera, bahkan masih ada guru di Depok yang hanya menerima gaji Rp 300.000 per bulan. Hal-hal seperti ini yang harus mendapat perhatian dari kita semua. Kalau nanti saya terpilih sebagai Walikota Depok, saya akan mengakui keberadaan guru honorer ini dan meningkatkan kesejahteraan mereka," kata Dimas.


Menurutnya, kualitas pendidikan suatu kota tergantung dari kualitas para guru. Oleh karena itu, untuk memotivasi kinerja para guru sudah seharusnya mereka mendapatkan insentif yang sesuai dengan pekerjaannya.

"Saya kagum dengan para guru honorer ini dimana tetap berjuang mencerdaskan anak bangsa meskipun dengan penghasilan yang terbatas. ini bukti bahwa komitmen kepemimpinan di Depok terbilang lemah. Padahal peran guru sangat penting karena memiliki tanggung jawab besar dalam memajukan Kota Depok khususnya dalam hal sumber daya manusia," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Laskar Dewaruci mendeklarasikan dukungannya kepada pasangan Dimas-Babai yang merupakan nomor urut 1 ini. Koordinator Laskar Dewaruci Mochtar Mohammad mengatakan sudah saatnya Depok berubah dan memiliki pemimpin yang komitmen terhadap visi-misinya dan siap membawa angin perubahan agar Depok bisa lebih baik di masa depan.

"Atas nama Allah SWT kami Laskar Dewaruci menyatakan dukungan terhadap calon walikota dan calon wakil walikota nomor urut 1 yaitu Dimas-Babai dan siap memenangkan Dimas-Babai," katanya. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya