Berita

Zukifli Hasan/net

Sama Dengan JK, Zulkifli Hasan Minta Pembelian Heli Kepresidenan Dievaluasi

RABU, 02 DESEMBER 2015 | 06:12 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ketua MPR Zulkifli Hasan sependapat dengan pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang meminta pemangku kepentingan untuk mengevaluasi pembelian helikopter kepresidenan produk AgustaWestland AW101 dari Italia.

"Saya mendukung penuh pernyataan Pak JK bahwa helikopter kepresidenan yang sekarang masih bagus. Utamakan produk dalam negeri sesuai dengan Nawacita yang didengungkan presiden," kata Zulkifli di sela-sela jamuan makan malam dengan delegasi Parlemen Georgia di Hotel Mulia, Selasa (1/12).

Sebelumnya Wapres JK mengatakan pembelian helikopter khusus orang sangat penting (VVIP) bagi presiden dan wakil presiden sangat berlebihan. JK berpendapat helikopter kepresidenan jenis Super Puma untuk VVIP yang saat ini dioperasikan TNI Angkatan Udara masih baik. Helikopter itu dibeli pada era Presiden Abdurrahman Wahid.


Zulkifli juga berpendapat sama bahwa helikopter Super Puma itu merupakan produk dalam negeri kerja sama dengan PT Dirgantara Indonesia. "Menjadi simbol negara yang sesuai dengan Nawacita, yaitu cinta produk dalam negeri," katanya.

Menurut Zulkifli, sangat tepat usulan untuk menggunakan helikopter VVIP yang ada sekarang. "Presiden dan wakil presiden juga jarang menggunakan, rata-rata hanya satu atau dua kali dalam sebulan," ujarnya.

Selain itu, lanjut Zulkifli, ada kekhawatiran bahwa produk helikopter VVIP dari Italia itu adalah produk pesanan India yang tidak jadi dibeli.

"Harga heli yang ingin dibeli itu puluhan juta dolar, alangkah lebih baik dialihkan untuk pembelian alutsista yang lain," tukas Ketua Umum PAN itu. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya