Berita

Mega, Prabowo dan Hatta Juga Ada dalam Rekaman "Papa Minta Saham"

SELASA, 01 DESEMBER 2015 | 19:55 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Di tengah tarik ulur pemeriksaan oleh Mahkamah Kehormatan Dewan, beredar kabar mengenai nama-nama lain selain Presiden, Wapres, dan Menkoplhukam yang disebut dalam percakapan yang diduga dilakukan Setya Novanto bersama pengusaha Reza Chalid dan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia.

Elit politik yang disebut dalam antara lain Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Gerindra dan mantan Ketua Umum PAN Hatta Rajasa. Kabar 'pencatutan' mereka tersebar luas di jejaring aplikasi Whatapp dan Blackberry Massanger, tadi sore. Nama Kapolda Metro Jaya Tito Karnavian ikut disebut dalam percakapan.

Nama-nama elit ini disampaikan si pembocor kabar dalam bentuk gambar grafis lengkap dengan foto setengah badan si elit. Gambar grafis juga menampilkan berapa banyak nama si elit disebut dalam percakapan. Nama-nama itu diklaim disebut dalam percakapan "papa minta saham"‎ yang berlangsung selama 120 menit. Bukan ada dalam rekaman pembicaraan berdurasi 11.30 menit seperti yang telah diserahkan pihak Kementerian ESDM ke MKD.


Nama Luhut Panjaitan paling banyak disebut dalam pertemuan, yakni 66 kali. Kata presiden disebut 47 kali adapun nama Jokowi disebut sebanyak 22 kali. Nama Jusuf Kalla disebut sebanyak 9 kali, sementara nama JK 7 kali.

Megawati dan Hatta disebut cukup banyak yakni 7 kali. Lalu Prabowo dan Tito Karnavian disebut 5 kali. Nama Darmo disebut sebanyak 13 kali. Luhut Panjaitan sudah menjelaskan Darmo merujuk nama Darmawan Prasodjo. Saat Luhut menjabat Kepala Staf Kepresiden, Darmo menjabat Deputi I Bidang Monitoring dan Evaluasi di kantor Luhut.

‎Kabar versi lain menyebut nama Ketua Umum Hanura Wiranto dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh‎ juga 'dicatut' dalam percakapan. Intensi keduanya masing-masing disebut sebanyak 1 kali. Bedanya, informasi mengenai nama keduanya tersebar luas melalui blackberry massanger.[dem]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Kopilot Malaysia Ngaku Diupah Rp220 Juta Selundupkan 26 Kg Ekstasi ke Jakarta

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:20

Merdeka dalam Keserakahan: Ilusi Kemerdekaan di Usia 81 Tahun

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:02

Polda Metro Masih Selidiki Dugaan Pencabulan oleh Oknum Pendeta

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:52

Loyalis Anies Dicecar KPK soal Jual Beli Properti di Kasus TPPU Rita Widyasari

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:25

Begini Respons Deddy Sitorus Usai Dilaporkan KWP ke MKD

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:02

Warga Tuban Terdampak Debu Pabrik, Semen Indonesia Mangkir Dipanggil DPRD

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:11

Terjang Ombak, Dedikasi Mantri BRI Buka Jalan Akses Finansial Pulau Seram

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:02

Bea Cukai Ciduk Kopilot Kurir Narkoba, Duit Negara Rp207,9 Miliar Selamat

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:41

Transformasi Danantara Dongkrak Pendapatan Telkom hingga Tembus Rp75,9 Triliun

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:22

Polda Metro Jaya Cokok 728 Tersangka Curanmor

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:06

Selengkapnya