Berita

rio capella/net

Hukum

Niat Rio Capella Jadi Justice Collaborator KPK Masih Digantung

SELASA, 01 DESEMBER 2015 | 14:49 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Keinginan mantan sekjen Partai NasDem, Patrice Rio Capella menjadi Justice Collabrator (JC) atas kasus yang menjeratnya masih digantung oleh Komisi Pemerantasan Korupsi (KPK).

"Kami belum tahu. Belum ada kejelasan karena ini resminya akan disampaikan lewat surat," ujar kuasa hukum Rio, Maqdir Ismail di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (1/12).

Padahal surat itu sudah diajukan Rio ke KPK sejak akhir Oktober lalu. Selain itu, Maqdir juga mengklaim kliennya dalam persidangan sudah memberikan keterangan sebenar-benarnya. Rio, lanjut Maqdir, juga tidak menutupi fakta yang menjerat dirinya maupun pihal lain yang terlibat.


"Bisa begini ya secara formal, bisa juga mereka sudah tetapkan (JC) tapi kita kan juga tidak tahu," kata Maqdir.

Maqdir berharap saat jaksa penuntut umum membacakan tuntutan pada persidangan berikutnya, JC itu telah disandang Rio. Dengan menyandang status JC maka vonis yang dijatuhkan hakim terhadap Rio nantinya bisa lebih ringan.

"Memang kan JC itu akan diberikan kepada orang yang diyakini bukan hanya berdasarkan pengakuan orang lain, tapi keterangan orang lain di persidangan itu kan juga menentukan JC," kata Maqdir.

Saat dikonformasi, pihak KPK beralasan pengajuan JC Rio Capella masih dalam proses.

"Masih proses, karena itu tidak langsung disetujui begitu ada surat permohonan," terang Plh Humas KPK, Yuyuk Andriati.

Jelas Yuyuk, dalam memutuskan seorang tersangka dapat menjadi JC perlu ada keterlibatan penyidik, jaksa penuntut (JPU) umum dan biro hukum.

Perlu diketahui, Rio Capella merupakan tersangka dalam kasus dugaan penerimaan gratifikasi terkait proses penanganan perkara bantuan daerah, tunggakan dana bagi hasil, dan penyertaan modal sejumlah badan usaha milik daerah di Provinsi Sumatera Utara oleh Kejaksaan.

Dalam kasus ini, Gubernur nonaktif Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho dan istrinya, Evy Susanti diduga memberi uang Rp 200 juta kepada Rio melalui Fransisca Insani Rahesti, staf magang di kantor OC Kaligis. Pemberian tersebut dilakukan agar Rio membantu "mengamankan" kasus bansos yang ditangani Kejaksaan Agung karena nama Gatot tercantum sebagai tersangka perkara tersebut.

Atas perbuatannya, Rio dijerat Pasal 12 huruf a atau huruf b atau pasal 11 UU 31/1999 sebagaimana diubah dalam UU 20/2001 tentang Tindak Pidana Korupsi.[wid]


Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya