foto :net
foto :net
"Tahun ini saja, petani, nelayan, peternak dan rimbawan skala kecil, dari Myanmar hingga ke Guatemala, dan dari Vanuatu ke Malawi, telah melihat mata pencarian mereka terkikis atau terhapus oleh badai, kekeringan, banjir dan gempa bumi," kata Direktur Jenderal FAO Jose Graziano da Silva dalam rilis Pusat Informasi PBB (UNIC), di Jakarta, Sabtu (27/11).
Menurut laporan FAO, kekeringan, banjir, badai dan bencana lainnya yang dipicu oleh perubahan iklim telah meningkat dalam frekuensi dan tingkat keparahan selama tiga dekade terakhir. Hal tersebut, lanjutnya, juga meningkatkan kerusakan yang telah dilakukan terhadap sektor pertanian dari negara-negara berkembang, dan menempatkan mereka pada risiko ketahanan pangan.
Populer
Senin, 15 Juni 2026 | 02:37
Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07
Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11
Senin, 15 Juni 2026 | 19:07
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21
Senin, 22 Juni 2026 | 15:05
UPDATE
Kamis, 25 Juni 2026 | 08:18
Kamis, 25 Juni 2026 | 08:12
Kamis, 25 Juni 2026 | 08:03
Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47
Kamis, 25 Juni 2026 | 07:46
Kamis, 25 Juni 2026 | 07:30
Kamis, 25 Juni 2026 | 07:28
Kamis, 25 Juni 2026 | 07:00
Kamis, 25 Juni 2026 | 06:55
Kamis, 25 Juni 2026 | 06:33