Berita

KPK Juga Diminta Tangkap dan Adili Setya Novanto

SELASA, 24 NOVEMBER 2015 | 18:43 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Sejumlah advokat yang tergabung dalam Komite Advokat Pendukung (KAP) KPK menyerahkan sejumlah petisi dukungan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (24/11).

Selain menyerahkan petisi, mereka juga mendesak KPK agar tak takut menyelidiki indikasi korupsi di balik dugaan penyalahgunaan wewenang dan pencatutan nama Presiden Jokowi dan wakilnya, Jusuf Kalla oleh Setya Novanto terkait perpanjangan kontrak karya PT Freeport Indonesia.

Bahkan, beberapa orang yang diantaranya tampak memakai topeng Setya Novanto yang tertuliskan "Tukang Catut" di dagunya. Sementara, beberapa orang lain memakai toga advokat masuk menemui perwakilan KPK.


Ketua Komite Advokat Ibrani menegaskan, KPK harus menyelidiki dugaan penyalahgunaan wewenang Setya Novanto selalu Ketua DPR.

"KPK tidak boleh tajam ke bawah tapi tumpul ke atas," tegas Ibrani di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Mereka juga meminta KPK tak ragu untuk menelisik laporan mengejutkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said ke Majelis Kehormatan Dewan. KPK sebagai lembaga penegak hukum perlu menyelusuri kasus ini.

"Kita tidak berbicara person ya, kita berbicara KPK memproses siapa saja yang melakukan KKN, termasuk SS," jelas Ibrani.

Bahkan, Taufiqurrahman Ruki cs juga diminta untuk tak segan menangkap siapa saja yang terbukti melakukan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme terkait kontrak karya Freeport tersebut.

"Bilamana perlu dengan upaya paksa penangkapan dan atau penahanan," tandasnya. [sam]

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Relawan Jokowi: Rismon Sianipar Pengecut!

Jumat, 13 Maret 2026 | 01:05

UPDATE

Wisatawan Banjiri Kepulauan Seribu saat Libur Lebaran

Selasa, 24 Maret 2026 | 00:21

Kebakaran Rumah di Meruya, 75 Petugas Pemadam Diterjunkan

Selasa, 24 Maret 2026 | 00:00

10 Desa di NTT Terdampak Banjir

Senin, 23 Maret 2026 | 23:27

KPK Bawa Yaqut Cholil Qoumas ke RS Polri

Senin, 23 Maret 2026 | 23:05

Pengunjung Diimbau Tak Buang Sampah Sembarangan di Taman Bendera Pusaka

Senin, 23 Maret 2026 | 23:01

Yaqut Cholil Kembali ke Rutan KPK

Senin, 23 Maret 2026 | 22:48

Kim Jong Un Terpilih Lagi jadi Presiden Korut

Senin, 23 Maret 2026 | 21:45

Benang Kusut Pengelolaan Keuangan, Kepala BKAD Purwakarta Diminta Mundur

Senin, 23 Maret 2026 | 21:17

Arus Balik H+2 Lebaran Mulai Terlihat di Terminal Rajabasa

Senin, 23 Maret 2026 | 20:24

Pimpinan MPR Sambut Baik Langkah Presiden Prabowo Percepat Transisi Energi

Senin, 23 Maret 2026 | 19:55

Selengkapnya