Berita

putut-paus/net

Vatikan Undang Jokowi Pada 2016

SELASA, 24 NOVEMBER 2015 | 10:24 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Paus Fransiskus direncanakan berkunjung ke Indonesia pada 2017. Salah satu acara di Indonesia adalah  menghadiri Asian Youth Day (AYD) di Jogyakarta.

Dalam kunjungan itu, diharapkan juga Paus dapat mengunjungi Pontianak untuk bertemu dengan umat Katolik Regio Kalimantan. Namun kunjungan Paus itu baru terlaksana jika pemerintah Indonesia merestui dan mengundang Bapa Suci.
 
Terkait dengan hal itu, Vatikan melalui Menteri Luar Negeri Vatikan (Secretary of State) Kardinal Pietro Parolin telah bertemu dengan  Presiden Joko Widodo di Jakarta beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan itu, Kardinal Pietro Parolin mengundang secara resmi Presiden Joko Widodo  ke Vatikan yang direncanakan pada tahun 2016.
 

 
Demikian diungkapkan Ketua Pelaksana Gerakan Ekayastra Unmada (Semangat Satu Bangsa), AM Putut Prabantoro, menyusul pertemuannya dengan Uskup Agung Keuskupan Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus di Pontianak beberapa hari lalu di Pontianak.
 
"Mgr Agustinus Agus menjelaskan, secara resmi Vatikan, melalui Kardinal Pietro Parolin mengundang Presiden Joko Widodo untuk berkunjung ke Vatikan. Menurut rencana, diharapkan kunjungan itu dapat dilakukan pada tahun 2016," ujar Mgr Agus seperti yang dikutip Putut Prabantoro dalam keterangan beberapa saat lalu (Selasa, 24/11).
 
Hal ini terkait dengan kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia yang rencananya pada tahun 2017. Dalam kunjungan ke Indonesia tersebut, salah satu program yang akan dihadiri adalah menghadiri AYD. Acara itu merupakan program tiga tahunan yang sebelum ini diadakan di Korea Selatan.
 
"Tentu saja kunjungan ke Indonesia tersebut hanya bisa dilaksanakan jika pemerintah Indonesia mengundang dan sekaligus merestui kehadiran Bapa Suci," ujar Putut Prabantoro mengutip penjelasan Uskup Agung Pontianak itu.
 
Masih mengutip penjelasan Mgr Agustinus Agus, Putut mengatakan, umat Katolik Regio Kalimantan sangat berharap Paus Fransiskus juga dapat berkunjung ke Pontianak yang memiliki jumlah posentase umat Katolik terbesar kedua  setelah Nusa Tenggara Timur (NTT). Kehadiran Bapa Suci itu di Pontianak, jika dimungkinkan, akan menjadi momentum yang penting bagi umat Katolik di Regio Kalimantan yang berada dalam dua keuskupan Agung yakni Keuskupan Agung Pontianak dan Keuskupan Agung Samarinda.
 
Keuskupan Agung Pontianak termasuk di dalamnya Keuskupan Sintang, Keuskupan Sanggau dan Keuskupan Ketapang. Sementara Keuskupan Agung Samarinda termasuk di dalamnya Keuskupan Tanjung Selor, Keuskupan Banjarmasin dan Keuskupan Palangkaraya.
 
Alasan yang kedua adalah terkait dengan ekologi. Melalui Ensiklik Laudato Si, Paus Fransiskus menunjukkan perhatiannya yang serius terhadap lingkungan hidup. Oleh karena itu, kunjungan Paus ke Kalimantan sangat kontekstual terkait dengan rusaknya hutan di Kalimantan. Dengan demikian, kehadiran Bapa Suci tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat Kalimantan dan juga Indonesia pada umumnya secara sungguh-sungguh memelihara, menjaga dan menanam kembali hutannya yang sekarang sudah hancur tersebut.
 
Dalam ensiklik Laudato Si, Paus Fransiskus mengundang semua manusia kepada dialog terkait masa depan rumah bersama. Rumah bersama yang dimaksud oleh Paus Fransiskus adalah wujud komitmen kepada Ibu Pertiwi atau Ibu Bumi yang dipijak bersama dan yang memberi kehidupan bagi seluruh umat manusia.
 
"Mgr Agustinus Agus menyadari kehadiran Paus di Pontianak sangat tergantung pada ketersediaan waktu Bapa Suci. Sebagai Uskup Agung, beliau melihat kehadiran Paus Fransiskus di Pontianak memiliki arti yang sangat penting. Keuskupan Agung Pontianak menyediakan diri menjadi tempat kunjungan Paus di Regio Kalimantan," ujar Putut Prabantoro, yang pada akhir Oktober lalu bertemu dengan Paus Fransiskus dalam audiensi di Vatikan.
 
Mewakili Gerakan Ekayastra Unmada (Semangat Satu Bangsa), Putut Prabantoro bertemu dalam audiensi dengan Paus Fransiskus pada penutupan konferensi internasional dalam rangka memperingati dikeluarkannya dokumen Nostra Aetate (Pada Zaman Kita) ke 50 tahun pada akhir Oktober lalu. Konferensi tersebut  dihadiri para pemimpin agama sedunia, para undangan dan tokoh. Selain Putut Prabantoro, delegasi dari Indonesia yang hadir dalam konferensi internasional itu adalah Hermawi Taslim, Ketua Forum Komunikasi Alumni Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia. [ysa]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Revolusi Status Buruh Harian Lepas

Senin, 22 Juni 2026 | 00:03

Nyanyian Sony Sebut 41 Nama Dituding Hanya untuk Kelabui Penyidik

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:33

Penangkapan Roy dan Tifa Perkuat Anggapan Polisi di Bawah Kendali Jokowi

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:17

Prabowo Panggil Rosan, Bahas Optimalisasi Aset Negara dan Transformasi BUMN

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:55

Program Sekolah Rakyat Dapat Akses Gratis Talent DNA ESQ

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:32

Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Nginap di Rutan Polda, Besok ke Kejaksaan

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:01

Teruji di MRS 2026, Pertamax Turbo Jadi Andalan Utama Pembalap Nasional

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Lebih Baik dari Sebelumnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Buntut Gesekan Petugas vs Ojol, Ini Strategi Baru Dishub DKI Atur Ruang Jalan Ibu Kota

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:31

Mensos ke Pejabat Baru: Jangan Sabotase Program Sekolah Rakyat!

Minggu, 21 Juni 2026 | 20:45

Selengkapnya