Berita

Firman Abdul Hakim/net

Tokoh Muda Ansor: Kegaduhan Freeport, Pertarungan Mafia!

SENIN, 23 NOVEMBER 2015 | 21:50 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kasus pencatutan nama presiden dan wakil presiden perlu disikapi lebih bijaksana sehingga tidak melupakan isu yang lebih strategis, yakni kepentingan masyarakat Papua dengan adanya PT Freeport Indonesia.

"Yang terpenting adalah bagaimana adanya Freeport di Indonesia memberikan manfaat bagi Indonesia khususnya masyarakat Papua," ujar Ketua Umum Jaringan Nasional Santri Indonesia Berdaulat, Firman Abdul Hakim di Jakarta, Senin (23/11).

Hakim yang merupakan aktivis muda NU menyayangkan pernyataan pengamat politik Pusat Studi Keamanan dan Politik dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Muradi, yang mengungkapkan bahwa ada keterlibatan sosok Luhut Binsar Panjaitan dalam persoalan renegosiasi kontrak PTFI yang akhir-akhir ini membuat gaduh.


Menurutnya, tulisan Muradi dalam salah satu media nasional tersebut merupakan upaya melindungi pejabat yang berusaha memanfaatkan renegosiasi kontrak PTFI untuk kepentingannya sendiri, yakni jaringan Neolib pembajak Nawacita.

"Muradi ini berusaha melindungi temannya, melindungi mafia! Saya tahu itu siapa temannya. Dia malah memperkeruh isu," katanya.

Hakim menjelaskan, masyarakat harus lebih pintar dalam menanggapi isu renegosiasi kontrak PTFI. Presiden Jokowi, kata Hakim mengingatkan, telah menegaskan dalam berbagai kesempatan bahwa pemerintah tidak akan memperpanjang kontrak PTFI jika PTFI tidak melaksanakan ketentuan yang telah disepakati salahsatunya terkait divestasi saham.

"Jadi, isu perpanjangan kontrak saat ini digelontorkan oleh orang-orang yang terancam kepentingannya dalam perpanjangan Freeport," katanya.

Adanya nama Luhut dalam rekaman percakapan yang diberikan Menteri ESDM, menurut dia, merupakan pencatutan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab sama seperti pencatutan nama Presiden.

Lebih dari itu, dalam hemat Hakim, kegaduhan yang terjadi terkait rerenegosiasi Freeport merupakan pertarungan antar kelompok, yakni kelompok Sudirman Said (Menteri ESDM), Rini Soemarno (Menteri BUMN), Teten Masduki (Kepala Staf Presiden) yang berusaha untuk memperpanjang kontrak Freeport tidak sesuai undang-undang yang seharusnya bias melakukan renegosiasi pada 2009 mendatang.

"Ini pertarungan kelompok untuk kepentingan pribadi. Saya harap Pak Jokowi bias mengambil langkah tegas terhadap pembantu-pembantunya tersebut. Ganti saja, hanya bikin gaduh," tukas Hakim.[dem]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Revolusi Status Buruh Harian Lepas

Senin, 22 Juni 2026 | 00:03

Nyanyian Sony Sebut 41 Nama Dituding Hanya untuk Kelabui Penyidik

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:33

Penangkapan Roy dan Tifa Perkuat Anggapan Polisi di Bawah Kendali Jokowi

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:17

Prabowo Panggil Rosan, Bahas Optimalisasi Aset Negara dan Transformasi BUMN

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:55

Program Sekolah Rakyat Dapat Akses Gratis Talent DNA ESQ

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:32

Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Nginap di Rutan Polda, Besok ke Kejaksaan

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:01

Teruji di MRS 2026, Pertamax Turbo Jadi Andalan Utama Pembalap Nasional

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Lebih Baik dari Sebelumnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Buntut Gesekan Petugas vs Ojol, Ini Strategi Baru Dishub DKI Atur Ruang Jalan Ibu Kota

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:31

Mensos ke Pejabat Baru: Jangan Sabotase Program Sekolah Rakyat!

Minggu, 21 Juni 2026 | 20:45

Selengkapnya